TERPOPULER KALSEL - Warga Buang Sampah Sembarangan Disanksi, Bekantan Gelantungan di Plafon Rumah
Mulyadi Danu Saputra June 15, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebiasaan warga membuang sampah tidak pada tempatnya, masih jadi persoalan di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. 

Satu di antarannya di Kabupaten Tanahlaut (Tala). 

Tapi kini, bisa jadi ada efek jera bagi warga di Tala, seiring kejadian yang dialami seorang warga di Desa Gunungraja Kecamatan Tambangulang

Dia dijatuhi sanksi karena kedapatan membuang sampah di tepi yang bukan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Baca juga: TERPOPULER KALSEL - Kakak Adik ODGJ Mengamuk di HSS, Penyalahgunaan BBM Subsidi Marak di Banjarmasin

Di Kabupaten Tapin, warga kaget saat seekor bekantan masuk rumah lalu gelantungan di plafon.

Baru kali ini primata langka itu berani masuk rumah warga. 

Selengkapnya, berikut rangkumannya dalam TERPOPULER KALSEL

1. Warga di Tala Jalani Sanksi Akibat Buang Sampah Sembarangan

PELAIHARI - Kesabaran Pemerintah Desa Gunungraja Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, terhadap ulah pembuang sampah sembarangan mulai habis. 

Pada Jumat siang kemarin Kepala Desa Gunungraja, Samsiar, memergoki seorang warga yang membuang sampah di tepi Jalan A Yani, jalur Pelaihari-Banjarmasin, tepatnya di kawasan RT 6 tersebut.

"Saya langsung memfoto yang bersangkutan dan melaporkannya kepada ketua RT setempat," papar Samsiar, Minggu (14/6/2026).

Tak lama setelah kejadian tersebut, warga yang bersangkutan mendatangi kantor desa untuk meminta maaf. 
    
Tapi tak hanya itu. Warga tersebut juga harus lakukan dua hal lainnya.

https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1365102/cara-berbeda-kades-gunungraja-tanahlaut-kalsel-beri-hukuman-ke-pembuang-sampah-di-sembarang-tempat

 

2. Bekantan Gelantungan di Plafon Rumah Warga di Tapin

RANTAU - Warga Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dikejutkan oleh kemunculan seekor bekantan.

Primata endemik Kalimantan tersebut tiba-tiba masuk satu rumah warga dan gelantungan di plafon, sehingga membuat penghuni geger.

Dalam video yang dibagikan tampak seekor bekantan dengan ciri hidung panjang dan besar serta bulu berwarna cokelat kemerahan.

Diperkirakan bekantan tersebut sudah berusia dewasa lantaran ukuran tubuhnya yang cukup besar.

Dia tampak bergelantungan kemudian berjalan-jalan di dalam rumah warga tersebut.

https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1365086/seekor-bekantan-masuk-rumah-warga-di-pantai-cabe-tapin-gelantungan-di-rangka-atap

 

3.  Pengangkut Ternak dan Unggas Tak Bisa Sembarangan Melintas di HSS

KANDANGAN - Antisipasi penularan penyakit pada hewan unggas di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus dilakukan. 

Pengetatan arus lalu lintas ternak maupun unggas dilakukan Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) Kabupaten HSS secara rutin.

Pasalnya, lalu lintas ternak di wilayah HSS cukup tinggi. Per harinya, mencapai 500 sampai 1.000 ekor ternak dan unggas utamanya di pasar. 

Kabid Peternakan, Roni Ariady, mengatakan, pihaknya lakukan pengecekan secara rutin.

Baik berupa penyuluhan langsung atau lakukan pemberian obat semprot kandang.

(Banjarmasinpost.co.id/Banyu Langit Roynalendra Nareswara/Danti Ayu/Adiyat Ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.