Rute Alternatif saat Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Ruas Jalan Kawasan Monas Berpotensi Macet
Facundo Chrysnha Pradipha June 15, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) akan menggelar aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) mulai pukul 11.00 WIB.

Mahasiswa dari kampus lain di Jakarta yakni Institut STIAMI, Universitas Trilogi, dan Universitas Paramadina, juga akan menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam aksi yang dipersiapkan BEM UBK, lebih dari 200 peserta diperkirakan ambil bagian dalam demonstrasi itu.

Pada Senin ini, aksi demonstrasi mahasiswa juga digelar di sejumlah daerah seperti di Kalimantan Selatan dan Majalengka, Jawa Barat.

Dalam aksi itu, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan seperti mendesak pemerintah mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa juga mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Di Jakarta, pengguna jalan yang akan melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, disarankan untuk mengatur waktu perjalanan dan memilih jalur alternatif.

Potensi kepadatan lalu lintas perlu diantisipasi, terutama pada ruas jalan yang mengelilingi kawasan Monas dan pusat pemerintahan.

Dilansir Kompas.com, massa akan bergerak dari Kampus UBK di kawasan Cikini menuju titik aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Lantas, mana saja rute alternatif untuk menghindari kemacetan?

Baca juga: Pesan Polisi untuk Massa Aksi: Sampaikan Pendapat dengan Damai, Jangan Melawan Petugas

1. Arah Selatan

Bagi pengendara dari kawasan Blok M, Senayan, atau Semanggi yang hendak menuju Jakarta Pusat bagian timur, dapat menghindari koridor Thamrin-Monas.

Alternatifnya:

  • Melalui Semanggi - Jalan Jenderal Sudirman - Dukuh Atas - Jalan Prof Dr Satrio - Casablanca - Kampung Melayu
  • Melalui Semanggi - Sudirman - Manggarai - Salemba - Matraman
  • Melalui Sudirman - Setiabudi - Menteng melalui Jalan Rasuna Said dan Jalan Diponegoro

2. Arah Timur

Pengendara dari Bekasi, Cawang, atau Rawamangun yang hendak menuju kawasan Tanah Abang dan Palmerah dapat memanfaatkan:

  • Melalui Cawang - Matraman - Pramuka - Salemba - Kramat Raya - Tanah Abang
  • Melalui Rawamangun - Pramuka - Salemba - Jalan KH Wahid Hasyim - Tanah Abang
  • Melalui Matraman - Manggarai - Casablanca - Karet

3. Arah Barat

Bagi pengguna jalan dari Tangerang atau Jakarta Barat yang hendak menuju Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, alternatif yang bisa dipilih antara lain:

  • Melalui Tomang - Slipi - Palmerah - Tanah Abang - Kampung Melayu
  • Melalui Tomang - Slipi - Karet - Casablanca - Cawang
  • Melalui Harmoni - Gunung Sahari - Kemayoran - Cempaka Putih

Rekayasa Lalu Lintas

Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa pada Senin ini rencananya berlangsung sejak pagi hingga siang hari, mulai digelar pukul 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB dan berlanjut pukul 13.00 WIB.

Demo Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga akan digelar di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. 

Aksi unjuk rasa tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Demonstrasi lain akan digelar pukul 13.00 WIB di Jalan Kwitang Raya Senen oleh massa dari BEM Seluruh Indonesia Provinsi Jambi.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyampaikan pihak kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi unjuk rasa.

Rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta jumlah massa yang hadir.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” kata Iptu Erlyn, Senin.

Baca juga: Label Demo Mahasiswa 15 Juni 2026 di Sejumlah Daerah, Aksi Indonesia Sekarat hingga Reformasi II

AKSI UNJUK RASA - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
AKSI UNJUK RASA - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). (Tribunnews/Jeprima)

Tuntutan BEM UBK

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, mengatakan situasi nasional saat ini menjadi alasan utama mahasiswa memutuskan membawa aspirasi langsung ke depan Istana Negara.

"Kita melihat kondisi negara hari ini sangat terpuruk, bahwasanya negara ini sedang tidak baik-baik saja," kata Abdi, Minggu (14/6/2026).

Dalam aksi yang dipusatkan di depan Istana Negara, mahasiswa menyiapkan enam poin tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
  2. Meninjau kembali Undang-Undang Kepolisian RI.
  3. Menghentikan militerisme dan menegakkan supremasi sipil.
  4. Mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
  5. Menjamin hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau.
  6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai membebani masyarakat.

BEM se-Kalsel Gelar Demo

BEM se-Kalimantan Selatan juga memastikan akan menggelar aksi demonstrasi pada Senin (15/6/2026).

Sekitar 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan masyarakat sipil akan turun dalam aksi yang dipusatkan di depan Kantor DPRD Provinsi Kalsel.

Massa dijadwalkan berkumpul di kawasan Siring Patung Bekantan pada pukul 13.00 Wita sebelum bergerak menuju Kantor DPRD Kalsel.

“Ada sekitar 500 massa dari mahasiswa dan masyarakat sipil yang bakal turun ke jalan,” kata Koordinator Pusat BEM se-Kalsel, M Irfan Naufal, Minggu, dilansir Tribunbanjarmasin.com.

Baca juga: Minggu Prabowo Panggil 6 Menteri ke Kertanegara, Senin Demo Besar Masih Berlanjut Kepung Jakarta

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa empat tuntutan utama.

Pertama, mendesak pemerintah menghentikan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Merah Putih (KMP). 

Kedua, meminta pemerintah pusat membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Tuntutan ketiga adalah penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri.

Lalu tuntutan keempat, mahasiswa meminta pemerintah pusat dan daerah lebih memprioritaskan kesejahteraan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

Demo Mahasiswa dan Masyarakat Majalengka

Aliansi mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Majalengka pada Senin (15/6/2026) pukul 13.00 WIB.

Aksi yang mengusung tema #MajalengkaBergerak itu diperkirakan akan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai elemen mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga masyarakat umum.

Ketua BEM Universitas Majalengka (UNMA), Nendi Nurdiana, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terhadap sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

Terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan kepada para wakil rakyat di DPRD Majalengka.

Adapun tuntutan yang akan dibawa massa aksi di antaranya, mendesak pemerintah untuk mengurangi pemborosan APBN dan evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden dan pemerintah diminta bertanggung jawab serta mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

"Segera mengatasi melonjaknya harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah," kata Nendi, Minggu (14/6/2026), dikutip dari TribunJabar.id.

Nendi menjelaskan aksi tersebut untuk mengingatkan pemerintah agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Harapan daripada aksi dan perjuangan yang kami lakukan, pemerintah segera sadar akan fungsinya sebagai pelayan masyarakat untuk dapat mementingkan kepentingan rakyat, bukan golongan," tegasnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Mario Christian Sumampow/Ibriza Fasti Ifhami) (Tribunbanjarmasin.com/Muhammad Syaiful Riki) (TribunJabar.id/Adhim Mugni Mubaroq) (Kompas.com/Aprida Mega Nanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.