Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Semarak perhelatan Piala Dunia 2026 yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 19 Juli mendatang disambut antusias oleh masyarakat Maluku.
Di tengah euforia pesta sepak bola dunia tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, bersama Istrinya Maya Baby Lewerissa, mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan ajang olahraga terbesar dunia itu dengan penuh kegembiraan, sportivitas, dan tetap menjaga persatuan.
Dalam video yang diterima TribunAmbon.com pada Senin (15/6/2026), Gubernur Maluku menegaskan kepada Masyarakat bahwa perbedaan dukungan terhadap tim atau negara peserta merupakan hal yang lumrah dalam olahraga.
“Katong semua mau menyampaikan kepada Basudara semua bahwa saat ini Katong sementara menikmati keramaian Piala Dunia tahun 2026. Mari kita rayakan sukacita riuhnya Piala Dunia 2026 dengan tetap menjaga sportivitas diantara kita, menjaga kebersamaan kita, rawat perdamaian, dan mengokohkan persatuan par Maluku pung bae,” ujar Gubernur Maluku.
Baca juga: Jerman Bungkam Curacao 7-1, Kapolsek Sirimau Tegaskan Der Panzer Kandidat Juara
Baca juga: Bahas RKA 2027, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp10 Triliun
Keselarasan penyampaian itu sebagaimana video yang diedarkan dan menampilkan Gubernur Maluku mengenakan Jersey Argentina sebagai bentuk komitmen dukungan, sementara istrinya kenakan Jersey Brasil.
Meski mereka mengakui berbeda pilihan, keduanya menegaskan pentingnya saling menghargai, menjaga sportivitas, serta merawat kebersamaan sebagai semangat utama dalam merayakan pesta sepak bola dunia.
Bahwa berbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memicu perpecahan atau perselisihan di tengah masyarakat atau keluarga dalam lingkup kecil.
“Beta fens Argentina dan istri beta Brasil. Meskipun berbeda, tapi Katong harus saling menghargai,” ungkapnya.
Gubernur berharap seluruh masyarakat Maluku dapat meneladani semangat tersebut dengan menjadikan perbedaan pilihan tim sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan.
Momentum Piala Dunia yang selalu dirayakan penuh antusias masyarakat Maluku, hendaknya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan solidaritas yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku.
“Hal yang sama buat Basudara dong semua, beta mau bilang bahwa fens boleh berbeda tapi tetap Katong rayakan secara gembira, jaga sportivitas, rawat persatuan par Maluku pung Bae. Itu saja himbauan beta sebagai Gubernur,” pintanya. (*)