TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, berencana memberikan hiburan sekaligus mengenalkan musisi dan produk lokal melalui lewat edukasi sastra lewat gelaran Kerontjong Pesisir 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, mengatakan agenda itu akan berlangsung di Pantai Cangkring, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Kerontjong Pesisir 2026 merupakan gelaran kelima kalinya di Kabupaten Bantul. Dua gelaran sebelumnya berada di Pantai Samas dan dua gelaran sebelumnya di Pantai Goa Cemara. Kali ini, akan kami gelar di Pantai Cangkring," katanya, Senin (15/6/2026).
Agenda hiburan dan edukasi tersebut mengusung tema Gita Yuvaka-Yuvatinam yang berarti sebanding muda-mudi.
Kegiatan tersebut akan diisi oleh muda-mudi, pria-wanita musisi Bantul dan HAMKARI Bantul.
Selain itu, kata Saryadi, gelaran Kerontjong Pesisir 2026 akan dimeriahkan oleh Dapur Musik, Kharisma Keroncong, Keroncong Moeda Birama.
Pihaknya akan menghadirkan bintang tamu Nufi Wardhana dan Puspa Jelita pimpinan Lilik Shaggy Dog feat Heruwa.
"Gelaran Kerontjong Pesisir tahun ini juga berkolaborasi dengan komunitas janur dan komunitas sastra, yang keduanya dari Bantul," ucap dia.
Baca juga: Wawancara Eksklusif: Kupas Tuntas ‘Bantul Bumi Satriya’ Bersama Kang Halim
Untuk memeriahkan agenda tersebut, komunitas sastra akan turut hadir mengadakan workshop menulis puisi atau geguritan bareng Syamsu Setiaji dan cerpen atau cerkak bareng Bang Tedy Way.
Selanjutnya, dilanjutkan pementasan sastra bersama OK Irama Baru Bersastra.
Dari komunitas janur akan ada edukasi pembuatan pernak-pernik dari janur yang akan digawangi sahabat difabel janur.
"Selain itu akan ditampilkan produk UMKM bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul dari masyarakat setempat," tuturnya.
Setidaknya akan ada kuliner tradisional berupa manggleng, wajik, dimsum, mie letheg, tape singkong, adrrem, peyek, onde-onde, getuk goreng, hingga mendoan, yang dijual oleh pelaku UMKM tersebut. Namun, terdapat pula produk pesisir coffee, aneka camilan, dan lain-lain.
"Kemudian, akan ada produk UMKM dari sahabat difabel akan menampilkan tahu bakso, batik, dan kaos lukis yang dihadirkan dalam gelaran tersebut," papar Saryadi.
Adapun masyarakat yang ingin menikmati gelaran tersebut cukup membayar retribusi senilai Rp15.000 per orang dan biaya parkir.
Dengan demikian, setelah membayar retribusi dan parkir kendaraan, pengunjung dapat langsung memasuki kawasan hiburan tersebut.
"Nantinya, pengunjung bisa menikmati musik kerontjong. Indahnya Pantai Cangkring, kuliner, dan terlibat dalam aktivitas sastra dan janur," tutup Saryadi. (*)