Harga Bahan Pokok di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Naik dan Daya Beli Menurun
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 15, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai dirasakan para pedagang di Pasar Pasir Gintung. 

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tempel Sukarame Relatif Stabil, Stok Aman

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada harga jual barang, tetapi juga memengaruhi daya beli masyarakat yang dinilai terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Yogasari selaku pemilik Toko Adi Sembako di Pasar Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung, mengatakan kenaikan harga bahan pokok sebenarnya sudah terjadi secara bertahap sejak beberapa bulan lalu.

“Kalau harga sudah naik, biasanya susah turun. Kalaupun turun hanya sebentar, setelah itu ada informasi akan naik lagi. Jadi grafiknya terasa terus menanjak,” ujarnya saat ditemui di tokonya, Senin (15/6/2026).

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup lama adalah beras. Yogasari menyebut harga beras sudah mengalami kenaikan selama hampir satu bulan terakhir. 

Sementara itu, harga gula sempat mengalami kenaikan, namun terjadi penurunan pada pekan ini. Tetapi diperkirakan akan kembali naik dalam waktu dekat.

“Gula memang sempat turun beberapa hari, tetapi salesnya sudah bilang jika nantinya akan naik lagi. Biasanya kenaikan per sak bisa mencapai Rp5.000 sampai Rp10.000,” katanya.

Tidak hanya beras dan gula, beberapa bahan lainnya juga mengalami kenaikan harga. 

Produk seperti sagu bahkan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Jika sebelumnya modal pembelian sekitar Rp9.000 per kemasan, kini naik menjadi sekitar Rp12.000.

Di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok, stok barang masih stabil dan tetap ada di pasaran.

Berbeda dengan beberapa pasar yang mengeluhkan tidak adanya stok MinyaKita, menurut Yogasari, stok MinyaKita di tokonya masih aman dan harga dari distributor masih dalam batas wajar.

“Kalau MinyaKita stoknya masih aman. Saya dapat pasokan langsung dari distributor dan harganya masih stabil. Untuk kemasan satu liter saya jual sekitar Rp16 ribu, sedangkan dua liter sekitar Rp32 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan operasi pasar murah yang hampir setiap hari digelar di Pasar Pasir Gintung turut membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga lebih terjangkau. 

Namun, stok yang tersedia biasanya terbatas dan hanya berlangsung pada jam-jam tertentu.

“Kalau operasi pasar, dua liter minyak bisa didapat sekitar Rp.33 ribu. Tapi stoknya terbatas, jadi tidak semua masyarakat kebagian,” katanya.

Meski stok bahan pokok relatif aman, tantangan terbesar yang dihadapi pedagang saat ini adalah menurunnya daya beli masyarakat. 

Yogasari mengungkapkan penurunan tersebut mulai terasa sejak bulan Ramadan lalu dan terus berlanjut hingga setelah Idulfitri.

“Kalau dilihat dari penjualan, penurunannya bisa mencapai hampir 30 persen. Biasanya saat Ramadan dan menjelang Lebaran penjualan meningkat, tetapi tahun ini tidak ada lonjakan yang berarti,” ungkapnya.

Biasanya saat menjelang lebaran semua stok bahan baku miliknya terjual habis oleh pelanggan namun kini 1 dus pun tidak habis.

“Dulu kalau mau Lebaran pada borong bahan-bahan, gula dan tepung bisa habis bersak-sak, kini satu sak saja tidak habis,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat mulai mengurangi pembelian.

Contohnya, pelanggan yang biasanya membeli dua hingga tiga liter minyak goreng per hari kini hanya membeli satu liter.

“Bukan berarti mereka tidak belanja, tetapi jumlah yang dibeli berkurang. Karena penjualan mereka juga menurun, otomatis belanja ke kami ikut berkurang,” ujarnya.

Para pedagang berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga aktivitas jual beli di pasar tradisional kembali bergairah. 

“Kami berharap daya beli masyarakat bisa kembali meningkat. Karena sampai sekarang penjualan masih cenderung stagnan, bahkan menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tutup Yogasari.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.