Ekonomi Lamongan Tumbuh 10,79 Persen, Tertinggi Kedua di Jawa Timur
Cak Sur June 15, 2026 01:32 PM

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kinerja perekonomian Kabupaten Lamongan menunjukkan tren positif yang sangat signifikan pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi daerah ini berhasil menempatkan Lamongan sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada triwulan I tahun 2026.

Informasi penting tersebut, disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat memimpin Apel Pencanangan dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi Kabupaten Lamongan Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Senin (15/6/2026).

Tren Pertumbuhan Ekonomi Lamongan yang Terus Melesat

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini memaparkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Lamongan terus merangkak naik secara konsisten.

Tercatat, angka pertumbuhan meningkat dari 4,8 persen pada tahun 2024 menjadi 5,40 persen pada tahun 2025.

Tren positif tersebut berlanjut hingga triwulan I tahun 2026, dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 10,79 persen secara quarter to annual (q-to-a).

"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada triwulan I tahun 2026 menjadi yang tertinggi nomor dua di Jawa Timur," ujar Pak Yes di hadapan para peserta apel.

Penurunan Angka Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem

Kabar baiknya, pertumbuhan ekonomi yang masif ini berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan angka kemiskinan:

  • Angka Kemiskinan Makro: Turun sebesar 0,13 persen, dari 12,16 persen di tahun 2024 menjadi 12,03 persen pada tahun 2025.
  • Kemiskinan Ekstrem: Mengalami penurunan drastis dari 0,61 persen pada tahun 2024 menjadi hanya 0,26 persen pada tahun 2025.

Menurut Pak Yes, akselerasi ekonomi ini perlu dikawal dengan data yang valid di tengah dinamika ekonomi global, perkembangan teknologi digital, dan munculnya model bisnis baru.

Pemerintah daerah sangat membutuhkan data yang rinci, akurat, dan mutakhir untuk menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

"Tentu di tengah perubahan struktur ekonomi ini, kami membutuhkan data yang semakin rinci, akurat dan mutakhir. Karena itu, melalui Sensus Ekonomi 2026 ini semua harus tercatat, semua harus terdata," tegasnya.

Peran Strategis Sensus Ekonomi 2026

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati Yuhronur Efendi juga mendaftarkan diri sebagai responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lamongan.

Beliau juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, dan elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif memberikan data yang jujur.

Secara khusus, sebanyak 1.258 petugas sensus dikerahkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan.

Petugas tersebut terdiri dari 1.108 petugas pendataan lapangan, dan 150 petugas pemeriksa lapangan yang akan tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala BPS Lamongan, Hermanto, menjelaskan bahwa sensus ekonomi ini merupakan agenda nasional 10 tahunan untuk menyediakan basis data kegiatan usaha secara lengkap.

"Melalui data ini, pemerintah dapat memetakan sektor mana saja yang tumbuh pesat, sektor yang butuh stimulus, serta melihat peluang investasi baru yang potensial di Lamongan," tutup Hermanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.