Presiden Jerman Temui Prabowo Bahas CEPA RI-Uni Eropa dan Penguatan Kemitraan Strategis
Mellinia Pranandari Putri Krist June 15, 2026 02:42 PM

- Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Senin (15/6/2026).

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, mengatakan pertemuan perdana antara Steinmeier dan Prabowo sejak pelantikan Presiden RI tersebut bertujuan memperkuat kemitraan strategis kedua negara sekaligus membahas Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

Ralf menilai Indonesia merupakan salah satu kekuatan menengah yang terus berkembang dan memiliki posisi penting dalam dinamika geopolitik global saat ini.

Karena itu, Jerman memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran kunci di tengah perubahan tatanan dunia yang terus berlangsung.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menjelaskan bahwa meski Steinmeier bukan pertama kali berkunjung ke Indonesia, lawatan kali ini memiliki arti khusus karena menjadi kunjungan perdananya untuk bertemu Prabowo sebagai kepala negara.

"Ini adalah kunjungan pertamanya sebagai Presiden untuk bertemu dengan Presiden Prabowo setelah dilantik," ujar Ralf Beste dalam konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Salah satu agenda utama yang akan dibahas dalam pertemuan Presiden Jerman dan Presiden Prabowo adalah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada awal tahun depan dan menjadi fokus pembahasan kedua pemimpin.

Selain agenda kenegaraan, Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi penting di Jakarta.

Di antaranya Masjid Istiqlal serta Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Tak hanya itu, Presiden Jerman juga akan berdialog dengan para peneliti dan intelektual publik Indonesia guna membahas pandangan Indonesia terhadap perubahan dunia dari perspektif geostrategis.

Menurut Ralf, agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Jerman untuk memperluas sekaligus memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra di tengah dinamika global yang terus berubah.

"Dan itu juga merupakan bagian dari latar belakang kunjungan tersebut. Jerman melihat bahwa di dunia yang terus berubah ini, kami perlu mendiversifikasi dan memperkuat kemitraan kami," ujar Ralf.

Ia menegaskan bahwa penguatan kemitraan dengan Indonesia menjadi salah satu prioritas Jerman dalam menghadapi tantangan dan perubahan geopolitik dunia saat ini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.