Siapa pun nanti yang memimpin, agenda kedaulatan pangan harus terus dikawal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan produksi pertanian nasional terus dilakukan melalui perluasan lahan, rehabilitasi irigasi, dan program strategis lainnya agar Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan impor pangan.
"Dulu Indonesia menjadi pasar besar bagi pangan dunia. Tetapi sekarang kita ingin berdiri di atas kaki sendiri," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Mentan menegaskan hal itu saat menghadiri Silaturahmi Nasional Laskar Merah Putih (LMP) di Jakarta, sembari mengajak seluruh anggota LMP untuk bersama-sama mengawal agenda besar Presiden Prabowo Subianto menjaga swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional.
Menurutnya, perjuangan mencapai kemandirian pangan merupakan tugas seluruh anak bangsa yang harus dijaga bersama.
Di hadapan jajaran pengurus dan anggota LMP dari berbagai daerah, Mentan yang juga merupakan Dewan Pembina LMP menegaskan capaian sektor pertanian saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“Selama Laskar Merah Putih ada di sisi kami, kami tidak akan mundur. Ini bukan pekerjaan saya sendiri, tetapi pekerjaan kita semua sebagai anak bangsa untuk menjaga Merah Putih dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Amran.
Dia mengatakan, berbagai capaian yang diraih sektor pertanian dalam dua tahun terakhir menjadi tonggak penting menuju kemandirian pangan nasional. Saat ini stok beras pemerintah telah mencapai sekitar 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Sejak republik ini berdiri, inilah stok beras tertinggi yang kita miliki. Tapi ini bukan karena satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh anak bangsa, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, dan semua pihak yang mencintai Indonesia,” ujarnya.
Padahal pada 2024, Indonesia masih mengimpor beras sekitar 4,5 juta ton. Kebijakan penghentian impor beras pada 2025 menjadi penegasan arah baru kedaulatan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menambahkan, kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan kebijakan Presiden Prabowo untuk memperkuat sektor pangan berada di jalur yang tepat.
Meski demikian, Amran mengakui berbagai upaya perbaikan sektor pertanian tidak lepas dari kritik dan gangguan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati ketergantungan impor.
“Banyak yang tidak senang ketika Indonesia kuat, kita tidak boleh mundur hanya karena kritik. Kalau kritiknya konstruktif, itu tanda cinta kepada bangsa ini,” ucapnya
Mentan memaparkan berbagai program strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan, mulai dari optimasi lahan, rehabilitasi irigasi hingga program cetak sawah di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pengembangan lahan sawah tidak hanya dilakukan di Merauke, tetapi juga di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, serta berbagai daerah lain yang memiliki potensi besar untuk mendukung produksi nasional.
“Merauke hanya sebagian kecil. Yang terbesar justru ada di Sumatera Selatan dan sejumlah wilayah lainnya. Semua ini untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Lahan yang dikelola adalah milik rakyat dan hasilnya untuk rakyat,” tegasnya.
Mentan mengatakan, kerja besar menuju swasembada pangan membutuhkan keberanian dan konsistensi. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk Laskar Merah Putih, turut mengawal berbagai program strategis pemerintah agar tetap berjalan sesuai tujuan.
“Yang paling sulit setelah merebut kemerdekaan adalah mengisi kemerdekaan. Kita harus menjaga agar bangsa ini mandiri dan berdaulat. Siapa pun nanti yang memimpin, agenda kedaulatan pangan harus terus dikawal,” ucapnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik mafia pangan yang merugikan petani dan masyarakat.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi mafia yang mempermainkan rakyat. Kalau ada yang merugikan petani dan bangsa ini, akan kami tindak. Kami tidak akan mundur,” tegasnya.
Amran optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan pangan dunia. Dengan dukungan seluruh komponen bangsa, ia meyakini cita-cita besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia mandiri pangan dapat tercapai.
“Mimpi besar Presiden adalah seluruh pulau di Indonesia mandiri pangan. Pangan aman, protein tercukupi, dan kesejahteraan petani meningkat. Karena itu, mari kita kawal bersama. Ini bukan semata program pemerintah, tetapi perjuangan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.





