TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bersinar di nomor lompat jauh selama bertahun-tahun tidak membuat ratu atletik Indonesia, Maria Natalia Londa, berpuas diri.
Menyongsong Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, atlet veteran asal Bali ini secara terbuka mengincar medali emas dari nomor yang berbeda, yakni lompat jangkit.
Target besar ini lahir setelah adanya analisis mendalam bersama tim pelatih mengenai peta persaingan di level Asia.
Perubahan fokus nomor perlombaan ini dipicu oleh performa apik Maria pada gelaran SEA Games lalu di Thailand, di mana ia sukses membawa pulang medali emas di nomor lompat jangkit.
Baca juga: OMIA di Bali, Maria Londa Bongkar Rahasia Atlet Elite, Disiplin Jadi Penentu Lolos Olimpiade
Rekor lompatan terbaiknya yang menyentuh 13,85 meter menempatkannya masuk ke dalam jajaran lima besar atlet elite di kawasan Asia.
Sementara itu, rekor terbaik di Asia saat ini dipegang oleh atlet asal Uzbekistan dengan jarak 14,03 meter disusul oleh dominasi atlet-atlet dari Cina.
“Berdasarkan analisis pelatih terhadap catatan prestasi saya, target di Asian Games kali ini berubah," kata Maria Londa dijumpai Tribun Bali di Nusa Dua, pada Minggu 14 Juni 2026.
"Melalui lompat jangkit dan melihat peta persaingan yang ada, pelatih akhirnya memastikan saya untuk turun di nomor ini karena saya masuk dalam catatan lima besar Asia,” sambungnya.
Target berani peraih medali emas Asian Games 2014 ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).
Wakil Ketua Umum NOC Indonesia, Ismail Ning, memuji dedikasi luar biasa yang terus ditunjukkan oleh Maria Londa sebagai salah satu Olympian dan atlet senior panutan di tanah air.
Menurut Ismail, keputusan Maria untuk membidik target tertinggi di nomor baru merupakan bukti nyata bahwa semangat juang atlet Indonesia tidak pernah padam.
Kehadiran Maria Londa di jajaran kontingen tidak hanya krusial dari segi teknis berburu medali, tetapi juga menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi para atlet muda lainnya.
Meski begitu, Ismail Ning tidak menampik dan realistis bahwa target Indonesia dalam Asian Games kali ini turun dari 7 ke 4 medali emas di Jepang nanti.
"Karena memang nomor-nomor yang dilombakan berbeda pada Asian Games kemarin, itu tidak dipertandingkan kali ini. Jadi, kita lihat target optimistis realistis. Optimistis dan realistis sesuai dengan semua itu kan bisa dihitung," kata Ismail.
"Jadi, memang tuan rumah eh mempunyai satu kebijakan apa yang akan dipertandingkan di Asian Games kali ini. Kalau untuk persiapan sudah lumayan maksimal, ya kami sudah all out," pungkasnya.
Dengan sisa waktu persiapan yang terus berjalan menuju bulan September, Maria Londa kini fokus penuh mematangkan teknik lompatannya demi bisa mempersembahkan pundi-pundi medali emas dan mengukir sejarah baru di panggung multievent terbesar Asia tersebut. (*)