SURYA.CO.ID JOMBANG - Polisi membongkar makam seorang perempuan yang ditemukan meninggal di rumah kos Kecamatan Jogoroto, Jombang, untuk mengungkap penyebab kematiannya.
Langkah itu dilakukan setelah muncul dugaan korban meninggal akibat tindak kekerasan dan bukan karena kecelakaan.
Suasana Tempat Pemakaman Umum Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Jombang, mendadak dipenuhi aktivitas penyelidikan pada Minggu (14/6/2026).
Di tengah penjagaan aparat dan tim medis forensik, makam Khoiriah alias Puji dibuka kembali untuk mencari jawaban atas misteri kematian yang semula disebut sebagai akibat terpeleset di kamar mandi, namun belakangan memunculkan berbagai kejanggalan.
Ekshumasi dilakukan oleh kepolisian dengan melibatkan tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Langkah tersebut diambil untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus melengkapi alat bukti dalam proses penyelidikan.
Baca juga: Remaja Tewas di Kamar Mandi Kos Jogoroto Jombang, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan
Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi Santosa mengatakan pembongkaran makam merupakan bagian dari prosedur hukum karena adanya indikasi kuat tindak pidana yang diduga berkaitan dengan kematian korban.
"Ekshumasi dilakukan terhadap jenazah Khoiriah untuk kepentingan penyidikan. Kami perlu memastikan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan forensik," ucapnya kepada Tribunjatim.com di lokasi pemakaman.
Menurut Solihin, hasil otopsi nantinya akan menjadi dasar penting bagi penyidik dalam mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.
"Hasil otopsi nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik dalam mengungkap rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi," katanya.
Sebelumnya, Khoiriah ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di Desa Jogoroto pada Jumat (12/6/2026) siang. Saat itu, keluarga menyampaikan kepada warga bahwa korban meninggal akibat terpeleset saat mandi.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Peterongan dan dimakamkan tanpa adanya laporan resmi kepada aparat kepolisian. Namun sejumlah warga yang ikut membantu proses evakuasi mengaku menemukan kondisi fisik korban yang dianggap tidak lazim.
Baca juga: Pemuda Bojonegoro Ditemukan Tewas di Kos Driyorejo Gresik, Berawal dari Makanan Tak Tersentuh
Seorang saksi berinisial N mengungkapkan melihat adanya lebam di beberapa bagian tubuh korban, termasuk di sekitar mata dan pergelangan tangan.
"Saat membantu mengangkat korban, saya melihat ada lebam di sekitar mata dan bagian pergelangan tangan. Kondisinya sudah meninggal dunia," ucap N kepada Tribunjatim.com, Minggu (14/6/2026).
Temuan tersebut memunculkan kecurigaan bahwa kematian korban kemungkinan tidak semata-mata disebabkan oleh kecelakaan di kamar mandi.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah muncul informasi bahwa beberapa jam sebelum korban ditemukan meninggal dunia, sempat terjadi pertengkaran di kamar kos yang ditempatinya.
Menurut keterangan saksi, korban diduga terlibat percekcokan dengan kakak kandungnya pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Keributan itu bahkan sempat menarik perhatian penghuni kos lainnya.
N mengaku dua kali mendatangi kamar korban untuk menegur agar pertengkaran tidak berlanjut karena khawatir menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
"Saya sempat menegur agar tidak diteruskan. Waktu itu korban masih sadar dan terdengar beberapa kali meminta ampun," ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah penghuni kos, korban disebut sempat menjadi sasaran pukulan. Bahkan beberapa warga mengaku mendengar teriakan korban meminta ampun sebelum akhirnya ditemukan tidak bernyawa.
Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian. Polisi juga menunggu hasil pemeriksaan forensik yang diharapkan dapat menjelaskan penyebab pasti kematian korban.
Selama proses ekshumasi berlangsung, area pemakaman dipasangi garis polisi guna mendukung pengamanan serta menjaga kelancaran penyidikan.
Hasil otopsi nantinya akan menjadi salah satu dasar utama bagi penyidik dalam menentukan langkah hukum berikutnya dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.