Eks RS Covid-19 Lamongan Berubah Wajah, Kini Jadi Puskesmas Modern
Wiwit Purwanto June 15, 2026 02:04 PM

 

SURYA.CO.ID LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan mengalihfungsikan eks Rumah Sakit Covid-19 menjadi Puskesmas Lamongan 2-Kusuma Bangsa untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Revitalisasi fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan pasien yang selama ini terpusat di Puskesmas Lamongan Kota.

Bangunan yang sebelumnya menjadi garda terdepan penanganan pandemi Covid-19 kini memasuki babak baru.

Di atas lahan seluas 6.800 meter persegi di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, eks RS Covid-19 direvitalisasi menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang akan melayani kebutuhan masyarakat perkotaan secara lebih optimal.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memaksimalkan pemanfaatan aset daerah pascapandemi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Muhammad Chaidir Annas, mengatakan kehadiran Puskesmas Lamongan 2-Kusuma Bangsa diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mengurangi beban pelayanan yang selama ini bertumpu pada Puskesmas Lamongan Kota.

Baca juga: Kemenkes Siapkan Aturan Baru Donor ASI Syariah, Rumah Sakit Wajib Siap 

"Dengan hadirnya Puskesmas Kusuma Bangsa, pelayanan kesehatan tingkat pertama akan lebih mudah dijangkau masyarakat sehingga antrean dan beban pelayanan dapat terbagi, terutama di wilayah kota," ujar Chaidir Annas saat dikonfirmasi SURYA, Senin (15/6/2026).

Revitalisasi bangunan eks RS Covid-19 tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2026.

Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.115.461.600 untuk merehabilitasi bangunan agar menjadi fasilitas kesehatan yang representatif dan siap melayani masyarakat. Pekerjaan fisik proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Raya Ilmi dengan masa pengerjaan selama 60 hari kalender.

Perkuat Layanan Kesehatan Tingkat Pertama

Chaidir memastikan keberadaan Puskesmas Kusuma Bangsa yang lokasinya berdekatan dengan RSUD dr. Soegiri Lamongan tidak akan menimbulkan tumpang tindih pelayanan.

Menurutnya, kedua fasilitas kesehatan tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem pelayanan kesehatan berjenjang.

Puskesmas Kusuma Bangsa akan berperan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang melayani rawat jalan, rawat inap dasar, promosi kesehatan, hingga upaya pencegahan penyakit.

Baca juga: Resmikan RS Korpri Pura Raharja, Gubernur Khofifah Siap Naikkan Status Jadi Rumah Sakit Tipe C

Sementara itu, RSUD dr. Soegiri Lamongan tetap menjalankan fungsi sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan dokter spesialis maupun tindakan medis lanjutan.

"Sementara RSUD dr. Soegiri tetap menjalankan fungsi sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) untuk penanganan pasien yang membutuhkan layanan dokter spesialis," jelasnya.

Saat ini proses rehabilitasi bangunan terus dikebut. Apabila berjalan sesuai jadwal, proyek revitalisasi tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sehingga masyarakat dapat segera menikmati layanan kesehatan di fasilitas baru tersebut.

Alih fungsi eks RS Covid-19 menjadi Puskesmas Lamongan 2-Kusuma Bangsa dinilai menjadi bentuk adaptasi Pemkab Lamongan dalam mengelola aset daerah pascapandemi. Selain meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset publik, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan Lamongan.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.