Setelah Mati Suri, Perpustakaan Mini Alun-Alun Kejaksan Cirebon Segera Beroperasi Kembali
Kemal Setia Permana June 15, 2026 02:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Bangunan mungil yang selama bertahun-tahun hanya menjadi pelengkap pemandangan di kawasan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon itu kini bersiap menyambut pengunjung kembali. 

Perpustakaan mini yang sempat mati suri dan tak lagi berfungsi sebagai ruang baca masyarakat akan segera dihidupkan kembali setelah proses revitalisasi hampir rampung.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga di pusat kota, perpustakaan mini tersebut diharapkan kembali menjadi ruang literasi yang ramah bagi semua kalangan, terutama anak-anak yang berkunjung ke kawasan alun-alun.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Cirebon, Mastara mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, progres pengerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen.

Berbagai perbaikan fisik telah dilakukan, mulai dari pengecatan ulang bangunan hingga perbaikan sejumlah fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Harga Obat Naik Lebih Cepat di Kota Bandung

"Kondisi saat ini sudah kurang lebih 90 persen selesai, mulai dari pengecatan, lalu juga ada air conditioner, lalu bocor-bocor sudah ditambal," ujar Mastara saat diwawancarai media, Senin (15/6/2026).

Tak hanya mempercantik bagian dalam bangunan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Cirebon juga melakukan penataan area sekitar agar suasana perpustakaan terasa lebih nyaman dan asri.

Tanaman-tanaman baru kini mulai menghiasi area sekitar bangunan yang berada di salah satu titik strategis pusat Kota Cirebon tersebut.

"Sekarang juga sudah ada tanaman di sekitarnya, insyaallah tinggal penataan buku-buku yang akan dilakukan minggu ini," ucapnya.

Bagi Mastara, menghidupkan kembali perpustakaan mini itu bukan sekadar proyek renovasi biasa.

Upaya tersebut merupakan keinginan yang telah lama ia simpan sejak melihat fasilitas tersebut tidak lagi berfungsi selama beberapa tahun terakhir.

Ia berharap perpustakaan mini bisa menjadi ruang edukasi yang mudah diakses masyarakat sekaligus menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

"Saya ingin menghidupkan kembali perpustakaan tersebut sebagai salah satu sarana edukasi kepada masyarakat Kota Cirebon, terlebih di sana juga ada sarana bermain untuk anak jadi bisa setelah belajar di perpustakaan bisa bermain," jelas dia.

Baca juga: Reaktivasi Bandara Husein Dapat Lampu Hijau, Bandung akan Bidik Wisatawan Malaysia

Menurut Mastara, tantangan dalam meningkatkan budaya literasi masih cukup besar.

Minat baca masyarakat Kota Cirebon dinilai belum merata karena setiap kelompok masyarakat memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

Karena itu, keberadaan perpustakaan mini di ruang publik diharapkan dapat menjadi pemantik tumbuhnya kebiasaan membaca di tengah masyarakat.

"Perpustakaan ini menjadi trigger, kita juga sedang menginventaris buku-buku yang akan dipajang di sana," katanya.

Namun, proses menghidupkan kembali perpustakaan tersebut tidak berjalan tanpa hambatan. 

Saat dilakukan pendataan, sebagian besar koleksi buku lama yang tersimpan di dalam bangunan ternyata sudah mengalami kerusakan parah akibat serangan rayap.

Kondisi itu membuat pihaknya harus melakukan penanganan khusus sebelum menempatkan koleksi buku baru.

"Disamping mempersiapkan sarana dan prasarana, saya juga melakukan fumigasi atau penyemprotan rayap, karena kalau di Cirebon sendiri rayapnya itu berkembang dengan cepat," ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan koleksi buku yang nantinya tersedia dapat terjaga dengan baik dan tidak mengalami kerusakan serupa.

Saat ini, tahapan yang tersisa adalah penataan koleksi buku serta penyempurnaan beberapa detail kecil sebelum perpustakaan dibuka untuk umum.

Jika tidak ada kendala, perpustakaan mini Alun-alun Kejaksan akan diluncurkan setelah peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599.

Kembalinya perpustakaan mini ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. 

Setelah bertahun-tahun tak berfungsi, ruang baca kecil di jantung Kota Cirebon itu bersiap hidup lagi, menghadirkan harapan baru bagi tumbuhnya budaya literasi di tengah ruang publik yang semakin ramai. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.