Isi Tuntutan Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta hingga Palu, Kompak Minta MBG Dihapus
Lisna Ali June 15, 2026 02:24 PM

TRIBUNPALU.COM - Aksi demonstrasi mahasiswa kembali digelar secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (15/6/2026).

Mahasiswa dari Jakarta, Medan (Sumatra Utara), Kota Semarang (Jawa Tengah), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), hingga Kota Palu turun ke jalan guna menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Meski aksi unjuk rasa tersebut digelar secara terpisah di masing-masing daerah, massa aksi membawa satu suara yang sama.

Satu yang menjadi tuntutan utama dalam aksi ini adalah desakan agar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dihapuskan.

Selain menolak kelanjutan program MBG, massa mahasiswa juga menyoroti masalah perekonomian rakyat, terutama terkait lonjakan harga bahan pokok.

Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang kian melambung turut menjadi tuntutan mahasiswa dalam aksi hari ini.

Sebagaimana diketahui, Pertamina Patra Niaga baru saja resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter.

Angka tersebut mengalami kenaikan tajam sebesar Rp3.950 per liter jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter.

Tidak hanya Pertamax, produk BBM non-subsidi lainnya seperti Pertamax Green 95 juga mengalami lonjakan Rp4.100 per liter.

Jenis BBM Pertamax Green 95 tersebut kini dibanderol seharga Rp17.000 per liter, dari harga sebelumnya yang hanya sebesar Rp12.900 per liter.

Di samping persoalan harga komoditas dan energi, aliansi mahasiswa juga membawa sejumlah poin lain dalam tuntutan tertulis mereka.

Salah satu poin yang ditekankan adalah desakan mengenai masalah transparansi anggaran keuangan negara.

Para mahasiswa menuntut transparansi total dan mengecam adanya dugaan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

Berikut Tribunnews.com rangkum daftar tuntutan para mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di berbagai wilayah:

1. BEM UBK di Jakarta

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) berencana menggelar aksi di Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Senin.

Dalam aksinya, BEM UBK akan membacakan enam tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu:

  • Menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Meninjau kembali Undang-Undang Kepolisian RI.
  • Menghentikan militerisme dan menegakkan supremasi sipil.
  • Mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
  • Menjamin hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau.
  • Meninjau kembali kebijakan kenaikan Harga BBM yang dinilai membebani masyarakat.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Banggai Dijadwalkan Tiba di Luwuk 23 Juni 2026

2. Aksi Gabungan di Jakarta

Selain BEM UBK, mahasiswa dari Institut STIAMI, Universitas Trilogi, dan Universitas Paramadina juga menggelar aksi pada Senin hari ini.

Mereka berencana melakukan long march dari kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) menuju Silang Monas.

Dikutip dari TribunJakarta.com, berikut ini lima tuntutan dari aksi gabungan tersebut:

  • Mendesak pemerintah melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan menghentikan pemborosan APBN serta mengevaluasi program populis seperti
  • MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Menuntut pemerintah segera menurunkan Harga BBM dan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
  • Mendesak Presiden Prabowo beserta jajaran pemerintah menghentikan sikap mengelak dan mengakui kegagalan kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
  • Menolak pembahasan dan mendesak pemerintah membatalkan RUU Polri.
  • Menuntut pemerintah menghentikan praktik militerisasi di ruang sipil yang dianggap mengancam demokrasi.

Baca juga: Jagokan Argentina, Warga Boyaoge Habiskan Rp1 Juta untuk Pasang Belasan Bendera Piala Dunia 2026

3. USU di Medan

Di Medan, Universitas Sumatra Utara (USU) juga menggelar aksi pada Senin, di Gedung DPRD Provinsi Sumut.

Mahasiswa USU dalam aksi bertajuk Menuju Indonesia Gagal ini membawa sembilan tuntutan, yaitu:

  • Menuntut pemerintah agar menjaga Harga BBM tetap stabil dan mengawasi distribusi BBM subsidi sehingga hanya diterima oleh kelompok yang berhak.
  • Menuntut efisiensi serta transparansi dalam pengalokasian APBN dan APBD dengan memprioritaskan anggaran pada program prioritas.
  • Menolak dengan tegas segala bentuk dwifungsi polri serta menuntut peningkatan transparansi dan akuntabilitas di dalam tubuh institusi kepolisian.
  • Memberhentikan program MBG dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
  • Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengembalikan pendidikan sebagai program prioritas utama nasional demi masa depan bangsa.
  • Menuntut dan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat.
  • Menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait penanggulangan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta mendesak tindakan tegas dalam memberantasa praktik pertambangan ilegal.
  • Mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik sektor kelistrikan dan air bersih.
  • Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menepati janji untuk membuka 19 juta lapangan kerja.

4. Unand di Padang

BEM KM Universitas Andalas (Unand) Padang akan menggelar aksi pada pukul 13.00 WIB di Kantor DPRD.

Dalam seruannya, BEM KM Unand mengundang semua pihak untuk turut serta, kecuali intel.

Setidaknya, ada lima tuntutan yang akan disampaikan BEM KM Unand siang nanti, yaitu:

  • Menuntut pemerintah menghentikan pemborosan APBN.
  • Menuntut pemerintah menghentikan pelaksanaan program MBG dan KDMP.
  • Menuntut pemerintah membatalkan revisi UU Polri.
  • Mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dan terukut untuk memperkuat nilai tukar rupiah serta menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi masyarakat.
  • Mendesak Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, untuk mengakui serta bertanggung jawab atas berbagai kegagalan tata kelola pemerintahan.

5. Aksi di Majalengka

Aksi Majalengka Bergerak yang diinisiasi mahasiswa dan masyarakat akan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Majalengka, Senin pukul 13.00 WIB.

Aksi ini diperkirakan akan diikuti 200 massa yang berasal dari mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga masyarakat umum.

Dikutip dari TribunJabar.id, berikut daftar tuntutan aksi di Majalengka:

  • Mendesak pemerintah untuk mengurangi pemborosan APBN.
  • Evaluasi total program MBG.
  • Segera mengatasi melonjaknya harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.
  • Bertanggung jawab serta mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

6. Aksi di Palembang

Seribu mahasiswa di Palembang, Sumatra Selatan, yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumsel dan BEM dari perguruan tinggi, akan menggelar aksi pada Senin.

Aksi bakal berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Sumsel.

Ada lima tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi ini, dilansir TribunSumsel.com:

  • Meminta pemerintah tidak melakukan pemborosan APBN. 
  • Menolak program MBG dan KDMP.
  • Mendesak pemerintah bersama Pertamina melakukan evaluasi terhadap kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah daerah.
  • Mahasiswa meminta penempatan anggota TNI dan Polri dilakukan sesuai dengan ranah serta fungsi institusinya masing-masing.
  • Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dalang di balik kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis HAM.

7. Aksi di Banjarmasin

Sebanyak 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan masyarakat sipil akan menggelar aksi di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Senin pukul 13.00 WIB.

Dikutip dari TribunBanjarmasin.com, ada empat tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi siang nanti:

  • Mendesak pemerintah menghentikan realisasi program MBG dan KDMP.
  • Meminta pemerintah pusat membatalkan kenaikan Harga BBM serta menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
  • Penolakan revisi UU Polri.
  • Meminta pemerintah pusat dan daerah lebih memprioritaskan kesejahteraan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

8. UIN Sunan Gunung Djati di Bandung

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat, menyerukan aksi pada Senin.

Aksi akan dilakukan di Gedung DPRD Jawa Barat pada pukul 11.00 WIB.

Berikut ini enam tuntutan yang akan disampaikan:

  • Turunkan Harga BBM non-subsidi dan kebutuhan pokok.
  • Hentikan dwifungsi TNI dan Polri.
  • Hentikan pemborosan APBN untuk program MBG, KDMP, dan kunjungan ke luar negeri.
  • Hentikan penguatan aparat penegak hukum Jabar melalui APBD.
  • Evaluasi pemerintah terhadap pemanfaatan lingkungan dan menuntut reboisasi lingkungan.
  • Perbaikan alokasi dan serapan tenaga kerja.

9. Undip di Jateng

Di Kota Semarang, Jawa Tengah, BEM Universitas Diponegoro (Undip) menggelar aksi pada Senin pukul 11.00 WIB.

Lima tuntutan yang akan disampaikan adalah:

  • Turunkan harga bahan pokok.
  • Kembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama.
  • Evaluasi total MBG dan KDMP.
  • Kembalikan kepemilikan tanah ke rakyat.
  • Hentikan praktik KKN di lingkungan pemerintah

10. Aksi di Kota Palu

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Waktu Gerakan Indonesia Revolusi (WIR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin (15/6/2026).

Mahasiswa membawa 10 tuntutan ditujukan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Aksi itu membawa 10 tuntutan, diantaranya :

1. Revisi Undang-Undang Polri dan TNI.

2. Penolakan wacana pemilihan kepala daerah melalui DPR, 

3. Turunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

4. Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

5. Evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).

6. Berikan hak Guru honorer.

7. Jadikan pendidikan sebagai prioritas negara.

8. Stabilkan nilai Rupiah.

9. Pemberhentian pemborosan APBN.

10. Evaluasi pemerintahan Sulteng.

(*)

Sumber: TribunMedan/Tribunnews

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.