SURYAMALANG.COM, MALANG - Arema FC terus menguras gudang pemain mereka dalam rangka menyambut kompetisi musim 2026-2027.
Kali ini, manajemen tim berjuluk Singo Edan tersebut secara resmi melepas gelandang serba bisa asal Papua, Samuel Balinsa.
Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya jalinan kebersamaan selama tiga musim berturut-turut antara Balinsa dengan Arema FC.
Pemain berusia 27 tahun kelahiran Sorong tersebut, dipastikan tidak lagi masuk ke dalam proyeksi maupun skema tim yang tengah disiapkan oleh manajemen demi menghadapi persaingan ketat pada musim depan.
Kepergian Balinsa pun menambah panjang daftar nama pemain yang dilepas oleh Arema FC setelah berakhirnya musim kompetisi 2025-2026.
Di tengah proses pembentukan kekuatan baru ini, manajemen tampak mulai agresif menyusun komposisi skuad yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim pelatih.
Meski kini harus berpisah jalan, Balinsa tercatat meninggalkan jejak historis yang cukup penting dalam perjalanan Arema FC di kancah sepak bola nasional.
Sejak pertama kali direkrut dari Persewar Waropen pada Mei 2023 lalu, Balinsa menjelma menjadi salah satu pilar yang kerap diandalkan untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan di sektor lini tengah.
Karakter bermainnya yang disiplin, tipikal sebagai pekerja keras, serta kemampuannya yang mumpuni dalam memutus aliran serangan lawan membuat Balinsa beberapa kali mendapat kepercayaan penuh mengawal lini vital Singo Edan.
Baca juga: Arema FC Lepas Dalberto, Negosiasi Kontrak Mandek karena Permintaan Gaji Terlalu Tinggi
Selama berseragam Arema FC, pemain asal Bumi Cendrawasih ini telah membukukan total 64 penampilan di berbagai ajang resmi, baik dalam gelaran kasta tertinggi Liga 1 maupun turnamen pramusim Piala Presiden.
Salah satu momen emas terbaiknya bersama Arema FC terjadi saat ia sukses membantu tim meraih gelar juara Piala Presiden 2024.
Keberhasilan mengangkat trofi bergengsi tersebut menjadi bagian monumental yang sangat penting dari perjalanan karier sepak bolanya selama berkostum logo singa mengepal.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh dedikasi dan kontribusi positif yang telah diberikan oleh Balinsa selama tiga musim terakhir ini.
"Balinsa merupakan sosok pemain yang selalu memberikan kemampuan terbaiknya untuk tim dan menjadi bagian penting dalam perjalanan klub selama beberapa musim terakhir," kata pria yang akrab disapa Inal tersebut pada Senin (15/6/2026).
Menurut penilaian Inal, Balinsa merupakan sosok pesepak bola dengan tingkat profesionalisme tinggi yang selalu menunjukkan komitmen penuh, baik saat melakoni sesi latihan rutin maupun ketika bertanding di lapangan hijau.
Meskipun tercatat jarang turun sejak menit awal sebagai starter, Balinsa kerap dipercaya masuk sebagai pemain pengganti yang mampu mengubah dinamika permainan.
Baca juga: Arema FC dan Dedik Drogba Resmi Berpisah Setelah 10 Tahun Bersama
Di sektor tengah, Balinsa dikenal sebagai pemain versatile yang fasih bermain di segala posisi.
Balinsa sempat dimainkan sebagai gelandang serang, namun juga lihai diplot sebagai gelandang box-to-box maupun gelandang bertahan yang bertugas menghalau serangan musuh.
"Balinsa selalu menjalankan setiap tanggung jawab dengan penuh kesungguhan dan menjadi bagian dari skuad yang berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2024. Kontribusi tersebut akan selalu menjadi bagian dari sejarah Arema FC," ujarnya.
Menutup perpisahan ini, manajemen Arema FC juga turut mendoakan agar pemain asal Papua tersebut dapat melanjutkan karier profesionalnya dengan matang di klub barunya kelak.
"Kami mendoakan agar Samuel Gideon Balinsa meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti," tutur Inal.
"Semoga seluruh pengalaman yang diperoleh selama membela Arema FC menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi," tandasnya.