Kutukan Drogba Bisa Berakhir, Pantai Gading Berpeluang Buat Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Muhammad Nursina Rasyidin June 15, 2026 03:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pantai Gading membuka peluang besar untuk mengakhiri kutukan panjang mereka di Piala Dunia setelah meraih kemenangan mengejutkan atas Ekuador pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026.

Les Elephants menang tipis 1-0 lewat gol telat Amad Diallo pada menit ke-90 di Philadelphia, Senin (15/6/2026), membuat mereka menempati runner up Grup E di bawah Jerman yang sebelumnya menang 7-1 atas Curacao.

Hasil tersebut seolah menguatkan prediksi Football Enthusiast Bayu Ajianto yang sejak awal menilai Pantai Gading memiliki potensi membuat kejutan di grup ini.

"Untuk tim yang berpotensi membuat kejutan, saya lebih menjagokan Pantai Gading ketimbang Ekuador di grup ini," kata Bayu Ajianto dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Karena Pantai Gading memiliki kualitas, karakter, dan momentum yang membuat banyak prediksi meleset," lanjutnya.

Pernyataan itu kini mulai terbukti. Pasalnya, Ekuador datang ke Piala Dunia dengan status mentereng sebagai runner-up Kualifikasi CONMEBOL, bahkan finis di atas Brasil dan Uruguay.

Namun, di laga pertama di Piala Dunia 2026, mereka justru kalah dan Pantai Gading yang mampu keluar sebagai pemenang.

Kemenangan ini menjadi sangat penting mengingat sepanjang sejarah, Pantai Gading belum pernah lolos dari fase grup dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia, yakni pada 2006, 2010, dan 2014.

Padahal saat itu mereka diperkuat generasi emas berisi nama-nama besar seperti Didier Drogba, Yaya Toure, Salomon Kalou, hingga Gervinho.

Kini, situasinya terasa berbeda. Tim asuhan Emerse Fae berpeluang memutus kutukan buruk di era Didier Drogba Cs.

Ada sederet alasan yang membuat Pantai Gading berpeluang bisa mewujudkan mimpi lolos ke fase gugur, berikut diantaranya:

Baca juga: Kejutan Pantai Gading di Piala Dunia 2026 Memakan Korban Pertama, Ekuador Gigit Jari

Mentalitas Baru yang Lebih Kuat

Salah satu faktor yang membuat optimisme terhadap Pantai Gading meningkat adalah perubahan karakter tim.

Pada masa lalu, tim yang berjuluk Les Éléphants ini kerap gagal saat berada di bawah tekanan.

Salah satu contoh paling menyakitkan terjadi pada Piala Dunia 2014 ketika mereka kehilangan tiket lolos setelah kebobolan gol penentu dari Yunani pada menit ke-93.

Kala itu, Yunani akhirnya menang 2-1 dan lolos ke babak 16 besar, sementara Pantai Gading harus tersingkir.

Namun saat menghadapi Ekuador, di bawah asuhan Emerse Faé wajah berbeda ditunjukkan Pantai Gading.

Meski sempat tertekan dan melihat lawan dua kali membentur mistar gawang pada babak pertama, mereka tetap tenang dan mampu bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Alih-alih runtuh di bawah tekanan, Pantai Gading justru meningkatkan performa hingga akhirnya mencetak gol kemenangan melalui Amad.

Modal Juara Afrika Masih Terjaga

Kepercayaan diri Pantai Gading juga ditopang keberhasilan mereka menjuarai Piala Afrika 2024.

Gelar tersebut diraih melalui perjalanan luar biasa. Mereka nyaris tersingkir di fase grup, bahkan sempat dihajar Guinea Khatulistiwa 0-4 sebelum bangkit dan akhirnya keluar sebagai juara.

Pengalaman itu membentuk mental juara yang kini menjadi salah satu kekuatan utama skuad.

Pelatih Emerse Fae juga menjadi sosok penting di balik transformasi tersebut.

Setelah awalnya hanya berstatus pelatih sementara, ia berhasil menciptakan kestabilan dan kebersamaan dalam tim.

Mayoritas pemain saat ini juga merupakan generasi baru yang tidak membawa beban kegagalan masa lalu.

Sebanyak 26 pemain dalam skuad ini baru menjalani pengalaman pertama di Piala Dunia, membuat mereka tampil lebih bebas dibanding pendahulunya.

Momentum dan Jalur Menuju Fase Gugur

Selain kemenangan atas Ekuador, Pantai Gading juga datang ke Amerika Serikat dengan tren positif.

Mereka sebelumnya mengalahkan Korea Selatan dan Skotlandia pada laga uji coba, lalu menundukkan Prancis sebelum turnamen dimulai.

Kini, mereka telah memenangi sembilan dari 10 pertandingan terakhir di semua ajang, dengan satu-satunya kekalahan terjadi melalui adu penalti saat menghadapi Mesir.

Momentum tersebut menjadi modal berharga dalam persaingan Grup E yang juga dihuni Jerman dan Curaçao.

Di atas kertas, Jerman masih difavoritkan menjadi juara grup setelah menghancurkan Curaçao dengan skor telak 7-1.

Namun kemenangan atas Ekuador membuat Pantai Gading berada dalam posisi ideal untuk memburu tiket fase gugur sebagai runner-up, bahkan bukan tidak mungkin menantang dominasi Die Mannschaft.

Jika mampu menjaga konsistensi, generasi baru Les Éléphants berpeluang melakukan sesuatu yang gagal diwujudkan era Drogba: membawa Pantai Gading menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Baca juga: Reaksi Pahlawan 3 Poin Pantai Gading, Amad Diallo Belum Kenyang Bikin Sejarah di Piala Dunia 2026

Klasemen sementara Piala Dunia 2026 Grup E

Pos  Negara Main Menang Seri Kalah Gol Kebobolan Selisih Gol Poin
1 Jerman 1 1 0 0 7 1 +6 3
2 Pantai Gading 1 1 0 0 1 0 +1 3
3 Ekuador 1 0 0 1 0 1 -1 0
4 Curacao 1 0 0 1 1 7 -6 0


(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.