TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengajak semua kader PDI Perjuangan mewarisi api perjuangan Bung Karno, bukan abunya.
Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya saat meresmikan renovasi dan patung Bung Karno di Istana Gebang, Kota Blitar, Senin (15/6/2026).
Istana Gebang merupakan rumah masa kecil Presiden pertama RI yang juga Proklamator RI, Ir Sukarno atau Bung Karno.
Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, Megawati hadir di Kota Blitar dalam konteks peresmian renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno.
Baca juga: Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Istana Gebang Kota Blitar
Dikatakannya, dalam sambutan dan pidatonya, Megawati dengan jelas menyampaikan, PDIP sebagai partai politik punya suatu tugas sejarah.
Para kader PDIP yang merasa menjadi pecinta Bung Karno, tidak hanya belajar dari abu sejarah, tapi api sejarah Bung Karno.
"Kami punya tanggung jawab sejarah untuk meneruskan semangat itu. Bu Mega menegaskan berulang kali untuk para kader memahami betul ajaran Bung Karno," kata Aryo.
Di tengah kondisi hari ini dengan berbagai situasi, kader PDIP tidak berubah dalam konteks memberikan masukan, kritik, pendapat, termasuk jika diperlukan mengambil sikap-sikap yang tegas dalam kepentingan bangsa, negara, dan rakyat.
"Jadi kami didorong berpikir dan bertindak kritis di momen Bulan Bung Karno ini," ujarnya.
Menurutnya, PDIP juga mengapresiasi kepada para mahasiswa yang masih peduli dengan kondisi bangsa dan negara di tengan situasi sakarang ini.
Jika anak muda dan mahasiswa sudah tidak mau turun ke jalan dan tidak mau berdiskusi untuk memberikan saran dan pendapat kepada pemerintah, maka kondisi itu justru menjadi alarm berbahaya terhadap demokrasi Indonesia.
"Anak-anak muda yg turun ke jalan ini merupakan warga negara Indonesia juga. Bu Mega mengatakan salah satu hak warga negara, yaitu, berani menggunakan hak konstitusionalnya melalui menyampaikan pendapat dan itu dilindungi UU," katanya.
"Oleh karena itu, tentu kami apresiasi dan mengharapkan setiap periode sejarah, kritik-kritik yang tidak diterima dengan baik, tidak direspon baik oleh pemerintah, akan menimbulkan krisis yang lebih berkepanjangan dan menimbulkan ketidakpercayaan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Megawati berada di Kota Blitar sejak Minggu (14/6/2026). Sebelum meresmikan renovasi Istana Gebang, Megawati ziarah ke Makam Bung Karno.
Baca juga: Curhat Pilu Anak TKW Asal Blitar yang Meninggal di Taiwan, Bingung Pulangkan Jenazah Ibu
Megawati didampingi putranya, Prananda Prabowo serta dua keponakannya, Romy Soekarno dan Puti Guntur.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto juga ikut mendampingi Megawati selama kunjungan di Kota Blitar.
Sejumlah pengurus DPP PDIP, pengurus DPD PDIP Jatim, dan pengurus DPC PDIP dari beberapa daerah di Jatim juga hadir di acara itu.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)