TRIBUNJAKARTA.COM - Polisi kembali melarang demo mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat hari ini Senin (15/6/2026).
Polisi juga sempat melarang demo BEM Universitas Indonesia di Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) kemarin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan melarang demo mahasiswa di Bundaran HI.
Pertama ia menegaskan bahwa kepadatan di Bundaran HI dapat memicu gangguan yang berkelanjutan terhadap berbagai aspek, termasuk ekonomi.
“Pada saat arus lalu lintas ini terjadi kepadatan, lumpuh, kegiatan aktivitas masyarakat lainnya juga akan pasti terhambat,” kata Budi ditemui di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senin.
Kedua, lalu lintas yang terancam lumpuh meliputi Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan MH Thamrin.
Di mana jalan arteri ini disebut sebagai jantung ibu kota.
“Itu merupakan juga wilayah sentral pemerintahan, sentral ekonomi. Kita juga tidak ingin dengan aspirasi yang disampaikan memberikan efek domino kepada persoalan-persoalan baru. Ini harus sama-sama kita mitigasi,” tutur Budi.
Merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 232 Tahun 2015, ada perubahan Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2016, Budi menyebutkan, massa bisa menggunakan titik-titik yang sudah difasilitasi untuk menyampaikan aspirasinya.
Salah satunya adalah Gedung DPR/MPR RI.
Untuk memastikan aspirasi massa, kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan anggota DPR/MPR RI untuk menerima perwakilan massa aksi.
“Polda Metro Jaya juga sudah mengomunikasikan dengan perwakilan anggota dewan yang ada di DPR/MPR untuk menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa. Nah, ini sudah difasilitasi dan sudah disampaikan, dikomunikasikan,” ujar dia.
Ketiga, hari ini Indonesia juga menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan istrinya yang melintasi sejumlah jalan arteri di Jakarta.
Untuk itu, agar tidak saling bersinggungan, massa aksi tidak dibolehkan berdemo di sekitar Bundaran HI sampai ke kawasan Istana Negara.
Salah satu massa aksi yang akhirnya pindah ke depan Gedung DPR/MPR RI adalah Koalisi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak kurang lebih 200 mahasiswa dari Universitas Bung Karno, Universitas Islam Jakarta, dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia berorasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Koordinator aksi, Muhammad Yani, mengatakan mereka sedianya akan berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda.
Namun karena tidak diizinkan, mereka pun mengganti lokasi aksi.
“Awalnya lokasi kami taruh dua, yang pertama di DPR dan di Patung Kuda. Cuma di Patung Kuda katanya enggak bisa, jadi kami di sini aja,” kata Yani kepada wartawan di depan Gedung DPR/MPR RI.
Aktivitas warga masih tampak sibuk di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, menjelang demo mahasiswa pada Senin (15/6/2026).
Pengamatan Kompas.com di lokasi pada pukul 13.28 WIB, arus kendaraan yang melintas Bundaran HI ramai lancar.
Sejumlah orang terlihat berada di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra.
Sebagian dari mereka ada yang berfoto di anjungan halte tersebut.
Beberapa warga pejalan kaki juga masih hilir mudik di atas pedesterian kawasan Bundaran HI.
Sejumlah personel polisi juga terlihat mulai berjaga di sekitar kawasan Bundaran HI.
Personel kepolisian tampak memenuhi jalan di samping pos polisi Thamrin.
Sejumlah kendaraan motor trail terparkir di depan pos polisi tersebut.
Selain motor trail, kendaraan taktis milik kepolisian terparkir di samping pos polisi itu.
Penjagaan juga terlihat di pos depan Plaza Indonesia.
Sejumlah personel dan kendaraan motor trail ditempatkan di titik tersebut.
Titik penjagaan lainnya berada di putaran depan Halte Transjakarta Bundaran HI Astra.
Kendaraan motor trail milik polisi yang berwarna hitam dan motor trail milik TNI yang berwarna hijau terparkir di titik tersebut.
Namun personel TNI tidak berada di lokasi.
Di tengah-tengah puluhan motor trail, terparkir satu unit kendaraan taktis berstiker "Korps Brimob" di titik itu.
Sumber: Kompas.com.