Eks Ketua BEM UGM Klaim Temukan Benda Diduga Pelacak Kedua, Beri Pesan Menohok untuk Prabowo: Gacor!
Fadhila Rahma June 15, 2026 04:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto tengah disorot, kasus penemuan benda yang diduga alat pelacak di mobil yang dikendarai kini berlanjut.

Sebelumnya Tiyo mengaku menemukan sebuah benda berbentuk kotak kecil berwarna hitam di bawah kendaraannya dipasang oleh Orang Tak Dikenal (OTK), kini menyatakan menemukan benda lain berbentuk lingkaran pipih yang menempel pada bagian mobil.

 
Diketahui, benda mencurigakan ditemukan setelah Tiyo mengikuti aksi unjuk rasa atau demo mahasiswa dalam Aksi Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).

Kejadian tersebut terjadi di tehgah kerisauan para aktivis dan mahasiswa berunjuk rasa di berbagai daerah, tak hanya di Yogyakarta.

Sejak Jumat (12/6/2026), gelombang aksi demonstrasi juga digelar di Jakarta oleh aliansi mahasiswa termasuk yang dikomandoi BEM Universitas Indonesia.

Hingga di Semarang BEM Universitas Diponegoro bersama Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur dan DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Sementara di Solo mahasiswa mengepung DPRD Solo mereka memblokir jalan dan menutup rangkaian aksi dengan membakar spanduk.

 Informasi terbaru itu disampaikan Tiyo melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (14/6/2026).

 “Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya. Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang,” tulis Tiyo.

Menurut penjelasannya, benda kedua tersebut ditemukan ketika ia sedang dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani untuk berangkat ke Makassar.

“Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar. Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap,” lanjutnya.

Dalam unggahan yang sama, Tiyo juga menegaskan tidak akan berhenti menyuarakan persoalan tersebut.

“Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor,” tulisnya.

Kronologi

  • Tiyo mengikuti aksi demonstrasi Aliansi Rakyat Memanggil di kawasan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026).
    Sepulang dari aksi tersebut, ia mengaku menerima notifikasi terkait keberadaan alat pelacak yang disebutnya bernama PBX Finder.
  • Pada Minggu malam, Tiyo mengunggah video sedang memeriksa bagian bawah mobil dan mengambil sebuah benda hitam kecil berbentuk kotak yang menempel di area sekitar braket ban cadangan.
    Beberapa jam kemudian, ia kembali mengunggah pembaruan bahwa setelah benda pertama diamankan, ponselnya kembali memunculkan notifikasi.
  • Dalam perjalanan menuju Bandara Ahmad Yani Semarang untuk terbang ke Makassar, ia mengaku menemukan benda kedua berbentuk lingkaran pipih yang menempel di ban kanan belakang mobil.
    Tiyo kemudian menyampaikan pembaruan tersebut setelah tiba di Makassar dan menyatakan akan memberikan keterangan lebih lengkap kemudian.
  • Dalam pemberitaan sebelumnya, Tiyo membenarkan mobil yang dikendarainya memang dipasangi pelacak saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, mobil itu ternyata bukan kepunyaan Tiyo.

Tiyo mengaku mobil itu milik saudara yang ia pinjam sejak dirinya merasa tak aman.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," ujar Tiyo kepada Kompas.com, Minggu.

Lewat video yang diunggah Tiyo, alat pelacak berwarna hitam itu dipasang di bawah mobil.

Tiyo pun menyayangkan aksi pemasangan alat pelacak di mobilnya oleh OTK.

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diduga dibuntuti orang tak dikenal menggunakan alat pelacak.

Alat pelacak berjenis PBX Finder itu ditemukan tertempel di bawah rangka mobil yang ia tumpangi.

Penemuan ini terjadi sepulang Tiyo mengikuti demonstrasi "Gejayan Memanggil" bersama mahasiswa di Yogyakarta pada Sabtu (13/6/2026).

Tiyo menyadari keberadaan alat tersebut setelah mendapat notifikasi langsung dari ponselnya.

"Ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan," ujar Tiyo melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Tak gentar diteror dengan alat pelacak, Tiyo menitipkan pesan untuk Presiden Prabowo.

Bahwa ia akan semakin melawan meskipun diintimidasi dan diteror.

"Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan,

semakin diteror semakin gacor, semakin diintimidasi direpresi,

maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terima kasih, pak Prabowo," kata Tiyo tegas.

Melalui unggahannya itu pula, Tiyo melayangkan doa.

Yakni agar ia senantiasa dijaga oleh Tuhan dari segala teror yang ia hadapi.

Sebab kata Tiyo, tujuannya kritis adalah karena mencintai negara ini dengan sepenuh hati.

"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting:

sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya.

Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu.

Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya.

Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita.

Semoga Allah menjaga hamba yang percaya pada penjagaan-Nya," pungkasnya.

Profil dan Biodata Lengkap Tiyo Ardianto

Terlepas dari itu, siapa Tiyo Ardianto lebih jauh?

Bagi publik yang penasaran mengenai latar belakangnya, banyak yang mencari tahu Tiyo Ardianto anak siapa.

Tiyo Ardianto lahir dan berasal dari keluarga sederhana di Kudus, Jawa Tengah.

Ia adalah anak dari pasangan ibu dan ayah yang sehari-harinya bekerja mencari nafkah sebagai masyarakat biasa di kampung halamannya. O

Orang tuanya murni dari kalangan rakyat biasa, bukan merupakan tokoh politik, pejabat pemerintahan, ataupun pengusaha konglomerat.

Tiyo merupakan mahasiswa angkatan 2021 yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk Universitas Gadjah Mada pada Agustus 2021 silam, lalu resmi menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM sejak Januari 2025 setelah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slungkep, Pati pada 2024.

Saat ini ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh penggerak mahasiswa yang aktif di dunia seni sebagai sutradara, aktor teater, hingga penyair.

Banyak juga yang bertanya-tanya Tiyo Ardianto jurusan apa di UGM, Tiyo tercatat sebagai mahasiswa aktif di program studi (prodi) Filsafat UGM.

Pilihan jurusannya ini sejalan dengan pemikiran kritis yang kerap ia suarakan dalam merespons berbagai kebijakan negara.

Hal menarik lainnya adalah terkait informasi Tiyo Ardianto SMA mana.

Tiyo ternyata bukan lulusan dari SMA negeri maupun SMA swasta pada umumnya.

Ia menempuh jalur pendidikan alternatif dan merupakan lulusan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus, Jawa Tengah.

Tiyo berhasil masuk ke UGM dengan menggunakan ijazah Paket C.

Dalam beberapa unggahan di media sosialnya, Tiyo mengaku sempat memiliki pemikiran bahwa ijazah formal dan sekolah konvensional tidak menentukan jalan hidup seseorang.

Hal inilah yang membuatnya mantap memilih bersekolah di PKBM Omah Dongeng Marwah, hingga akhirnya melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi sosok kritis yang kini gerak-geriknya mendapatkan respons dari sejumlah tokoh nasional.

Disemprot Eks Menpora
 
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, meluapkan kemarahan besar terhadap mantan Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto.

Kemarahan tokoh senior ini dipicu oleh video kritik Tiyo yang dinilai sudah kelewatan karena menyamakan Presiden Prabowo Subianto dengan seekor kucing yang sakit jamuran.

Video tersebut kemudian ditonton langsung oleh Adhyaksa Dault.

Sebagai sosok yang pernah aktif di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, ia merasa tindakan Tiyo melanggar etika.

"Astagfirullah. Lima tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu sama saya Ketua Senat mahasiswa kamu ketua BEM kan, tapi saya belum pernah kasih statement, walaupun 10 tahun saya tidak suka dengan kebijakan Jokowi saya tidak pernah berkata kasar seperti kamu, dan saya belum pernah dengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara," katanya melansir dari Tribunstyle.com, Minggu (14/6/2026).

Adhyaksa Dault bahkan sampai memarahi Tiyo pada video tersebut karena merasa tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pemimpin mahasiswa.

"Itu luar biasa kamu nauzubillah, kenapa kamu ngomong begitu, gak boleh kayak gitu yah," katanya.

Ia mengatakan selama ini tidak pernah menanggapi dan mengeluarkan statement apapun perihal kondisi pemerintahan ke publik.

"Hari ini saya baru ngomong karena saya kesal melihat kamu dan walaupun sebelah kamu tuh tertawa-tawa, saya gak suka dengan sikap kamu seperti itu," katanya.

Dia mengatakan awalnya menaruh simpati pada sosok Tiyo.

Pasalnya, Tiyo memang belakangan menjadi perbincangan hangat karena dinilai sebagai mahasiswa yang berani mengkritik tajam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia tercatat mengkritik program makan bergizi gratis (MBG), nilai tukar rupiah yang anjlok, hingga teranyar mengenai harga BBM yang membumbung tinggi.

"Kasihan kamu, pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah ok, kita meng-kita-kan jangan meng-kau-kan ok. Tapi ini sudah kelewatan kamu menghina kepala negara," kata Adhyaksa Dault.

Bahkan, Adhyaksa Dault mengumpamakan jika posisi tersebut dibalik, bagaimanakah perasaan keluarga Tiyo jika orang tua mereka dihina dengan cara yang sama.

"Coba kalau bapakmu digitukan sama orang sakit hati gak kamu ? sakit hati gak bapakmu ? Jangan, pak Prabowo tuh orang tua, senior, seumuran dengan bapak saya barangkali," katanya.

Adhyaksa Dault juga memastikan bahwa reaksi keras dan ucapannya ini murni dari dirinya sendiri tanpa ditunggangi kepentingan politik manapun.

"Dari suara hati saya sendiri," kata Adhyaksa Dault.

(Tribunnews.com/TribunBogor )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.