SUPERBALL.ID - FIFA kemungkinan akan melakukan investigasi setelah seorang wasit Piala Dunia 2026 dituduh melakukan gestur kontroversial.
Insiden tersebut terjadi dalam kemenangan 7-1 Timnas Jerman atas Timnas Curacao di laga Grup E Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026).
Wasit asal Australia, Shaun Evans, ditunjuk untuk menjalankan tugas di ruang VAR dalam pertandingan tersebut.
Selama pengenalan VAR sebelum pertandingan, kamera menangkap Evans berdiri di belakang wasit Hamza El Fario dan Nicolas Gallo di pusat kendali VAR FIFA di Dallas, Amerika Serikat.
Hanya beberapa detik setelah muncul di televisi, Evans terekam membuat gerakan dengan tangan kanan yang memicu kontroversi.
Ia membuat gestur tangan dengan ibu jari dan jari telunjuk saling menyentuh, sementara tiga jari lainnya terentang.
Evans tampak tersenyum dan mempertahankan gestur tersebut selama sekitar delapan detik sebelum berbalik dan pergi.
Video tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial dan memicu banyak perdebatan di kalangan penggemar.
Menurut The Athletic, gestur tersebut dalam beberapa tahun terakhir telah digunakan untuk melambangkan supremasi kulit putih.
Tiga jari yang tersisa menandakan huruf W untuk White (Putih), sedangkan ibu jari dan jari telunjuk mewakili huruf P untuk Power (Kekuasaan).
Saat mengomentari siaran televisi, mantan wasit Spanyol Eduardo Iturralde Gonzalez mengungkapkan ketidaksenangannya.
Gonzalez mengatakan bahwa Evans seharusnya tidak membuat gerakan yang bisa memicu berbagai interpretasi.
"Ketika Anda tahu sedang direkam, jangan membuat gerakan yang dapat disalahartikan," kata Gonzalez.
Menurut Anti-Defamation League (ADL), gestur ini telah muncul dalam propaganda beberapa organisasi ekstremis.
Pada 2019, ekstremis Australia Brenton Tarrant juga melakukan gestur serupa ketika muncul di pengadilan setelah penembakan yang menewaskan 49 orang di dua masjid di Selandia Baru.
Namun, banyak pihak lain berpendapat bahwa ini mungkin hanyalah isyarat 'OK' biasa atau lelucon yang umum di kalangan anak muda.
Gestur ini sering disebut 'permainan lingkaran' dan dirancang untuk mengelabui orang lain agar melihat simbol yang dibuat dengan jari mereka.
Meskipun belum ada komentar resmi dari FIFA atau Evans, rekaman tersebut tetap memicu beragam opini di media sosial.
Dilansir SuperBall.id dari Mail Sport, FIFA kemungkinan akan menyelidiki konteks dan niat di balik gestur tersebut.
Seorang juru bicara FIFA dilaporkan mengatakan bahwa mereka mengetahui insiden tersebut tetapi menolak untuk berkomentar lebih lanjut.
Nama Evans cukup familiar bagi penggemar sepak bola Indonesia karena pernah dipercaya PSSI memimpin laga di Liga 1 2017.
Meski hanya memimpin 3 pertandingan, ia tercatat mengeluarkan 15 kartu kuning dan memberikan dua penalti.
Keputusan kontroversial pernah dibuatnya dalam laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta dengan menganulir gol Ezechiel N'Douassel.
Sejak saat itu namanya tertanam di ingatan para pecinta sepak bola Indonesia hingga kini kembali membuat kontroversi di Piala Dunia 2026.