BOLASPORT.COM - Timnas Jerman memulai Piala Dunia 2026 dengan ledakan besar saat menggilas peserta debutan, sedangkan Ekuador mengalami nasib sial.
Rangkaian pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 untuk matchday 1 rampung pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat atau Senin dini hari sampai pagi WIB.
Salah satu kontestan unggulan, Timnas Jerman, langsung pamer keganasan di partai pertama.
Die Mannschaft menghancurkan Timnas Curacao dengan skor masif 7-1 di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat.
Sejatinya, jalannya laga sampai fase sepertiga awal tidak menunjukkan besarnya celah kekuatan di antara kedua kubu.
Secara mengejutkan, Curacao sempat menyamakan skor 1-1 melalui gol Livano Comenencia untuk menebus lesakan kilat Felix Nmecha.
Namun, gap yang lebar langsung terbuka setelah Nico Schlotterbeck mencetak gol kedua Jerman yang membawa mereka unggul lagi 2-1 pada menit ke-38.
Keran gol armada pimpinan Julian Nagelsmann benar-benar sulit dihentikan selepas itu.
Secara beruntun, Kai Havertz (2 gol), Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav menghujani gawang Timnas Curacao.
Selaku tim debutan, The Blue Waves langsung terkapar dalam penampilan pertamanya dengan pukulan tujuh gol berbalas satu.
Bagi Timnas Jerman, mereka sukses mencatatkan rekor kemenangan terbesar keduanya sepanjang aksi di Piala Dunia.
Hasil ini setara dengan kemenangan telak waktu melibas Brasil (7-1, 2014) dan cuma kalah dari pembantaian atas Arab Saudi (8-0, 2002).
Kalau dipersempit lagi, hasil tersebut merupakan rekor terganas sejauh ini di Piala Dunia 2026.
Skornya mengalahkan kemenangan telak Amerika Serikat atas Paraguay di Grup D (4-1) dan lebih besar pula dari skor akhir Swedia versus Tunisia di Grup F (5-1).
Otomatis Jerman memuncaki klasemen Grup E dengan koleksi tiga poin dan selisih produktivitas masif +6 gol.
Posisi Die Mannschaft dibuntuti oleh Timnas Pantai Gading. Enam jam kemudian, Les Elephants meraih kemenangan dramatis atas Ekuador.
3 Kali Tiang
Mentas di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Pantai Gading menyegel tripoin berkat gol tunggal winger Man United, Amad Diallo, di menit akhir waktu normal.
Hasil ini diraih Si Gajah dengan 'dukungan' nasib nahas yang dialami Timnas Ekuador.
Bagaimana tidak, La Tri tetap kalah setelah mendapati tiga peluang emas mereka digagalkan tiang/mistar gawang.
Upaya-upaya terbaik dari John Yeboah, Alan Minda, dan Enner Valencia berujung nestapa karena sebiji gol larut Diallo di ujung pertandingan.
Akun pangkalan data Mister Chip mencatat Ekuador sebagai salah satu tim tersial dalam riwayat Piala Dunia.
La Tri menjadi satu dari hanya lima tim yang menelan kekalahan setelah mendapati minimal tiga peluang dimentahkan mistar/tiang gawang dalam satu partai.
Ekuador meniru keapesan Italia (4 kali vs Brasil, Piala Dunia 1978), Belgia (3 kali vs Uni Soviet, 1970), Brasil (3 kali vs Argentina, 1990), dan Amerika Serikat (3 kali vs Iran, 1998).
Hasil Matchday 1
Minggu (14/6/2026): Jerman 7-1 Curacao (Nmecha 6', Schlotterbeck 38', Havertz 45+5'-pen., 88', Musiala 47', Brown 68', Undav 78'; Comenencia 21'), Pantai Gading 1-0 Ekuador (Diallo 90')
Klasemen Grup E
| Tim | M | M | S | K | GF | GA | SG | Poin | |
| 1 | Jerman | 1 | 1 | 0 | 0 | 7 | 1 | +6 | 3 |
| 2 | Pantai Gading | 1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | +1 | 3 |
| 3 | Ekuador | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | -1 | 0 |
| 4 | Curacao | 1 | 0 | 0 | 1 | 1 | 7 | -6 | 0 |