Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Tak Takut Meski Diteror Alat Pelacak, Sebelumnya Sudah Curiga
Talitha Daren June 15, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengaku kembali mengalami dugaan pengintaian oleh orang tak dikenal (OTK).

Setelah menemukan alat pelacak pertama pada malam sebelumnya, Tiyo mengungkap adanya perangkat serupa yang kembali terpasang di kendaraannya.

Temuan terbaru itu berupa alat pelacak berbentuk lingkaran pipih yang dipasang secara tersembunyi di bagian kendaraan yang digunakannya.

Informasi tersebut disampaikan Tiyo melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (14/6/2026). 

Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan sejumlah foto dan tangkapan layar yang menunjukkan keberadaan perangkat pelacak berjenis PBX Finder.

Alat tersebut menempel di area ban kanan belakang mobil yang sedang digunakannya.

Tiyo mengaku mengetahui keberadaan perangkat kedua itu setelah menerima notifikasi pada ponselnya saat dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Saat itu, ia tengah bersiap terbang ke Makassar untuk menjalankan agenda tertentu.

Setibanya di Makassar, Tiyo kemudian membagikan perkembangan terbaru terkait temuan tersebut kepada publik.

Ia menilai pemasangan alat pelacak secara berulang merupakan bentuk intimidasi dan teror yang ditujukan untuk menekan kebebasan berpikir serta sikap kritis mahasiswa.

Baca juga: Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Temukan Benda Diduga Pelacak Kedua: Semakin Diteror, Semakin Gacor

Tidak Takut Diteror

Kendati demikian, ia menegaskan tidak akan gentar menghadapi taktik kotor tersebut.

"Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor," tegas mantan pimpinan mahasiswa UGM tersebut.

Saat ini, alat pelacak kedua tersebut telah dilepas demi keselamatan.

Sebelumnya, dugaan aksi penguntitan ini baru disadari Tiyo setelah munculnya notifikasi mencurigakan di ponsel pribadinya pasca-menghadiri aksi demonstrasi di kawasan Gejayan, Sleman, pada Jumat (12/6/2026).

Saat itu, ponsel pribadi Tiyo tiba-tiba menerima notifikasi peringatan keamanan otomatis yang berbunyi: "PBX FINDER Ditemukan Bergerak Bersama Anda. Pemilik dapat mencari lokasinya."

Setelah memeriksa seluruh bagian bawah mobil, Tiyo menemukan sebuah kotak hitam kecil yang merupakan alat pelacak lokasi (GPS portable).

Menariknya, kendaraan yang menjadi sasaran teror pengintaian tersebut ternyata bukan mobil pribadi milik Tiyo.

Baca juga: 6 Tuntutan Demo BEM UBK Hari Ini: Tolak Kenaikan BBM, Minta MBG dan Kopdes Merah Putih Dihentikan

KETUA BEM UGM - Viral Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak di mobilnya
KETUA BEM UGM - Viral Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak di mobilnya (Tribun Trends/Instagram @tiyoardianto_)

Sudah Curigai Ancaman Keamanan

Lewat konfirmasi, Tiyo menjelaskan bahwa ia sengaja meminjam mobil milik saudaranya karena belakangan ini ia sudah mencium adanya ancaman keamanan terhadap dirinya.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," ungkap Tiyo saat dikonfirmasi.

Tiyo juga menyampaikan pesan terbuka sekaligus sindiran tajam kepada pihak-pihak yang mencoba menekan gerakannya melalui taktik pengintaian ini.

"Mari rekan-rekan, kita pastikan bahwa semakin ditekan, semakin melawan. Semakin diteror, semakin gacor. Semakin diintimidasi dan direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terima kasih, Pak Prabowo," tandas Tiyo di akhir pernyataannya.

Tiyo pun mengajak publik untuk tidak takut mengkritik pemerintahan saat ini. Ia menegaskan, semakin rakyat ditekan, maka dipastikan rakyat akan balik melawan.

Tiyo pun menyayangkan aksi pemasangan alat pelacak di mobilnya oleh OTK.

Menurutnya, kritik yang diarahkan kepada pemerintah merupakan bentuk kasih sayang mahasiswa kepada negara.

Namun, alih-alih mendengarkan, pemerintah justru membalas kritik-kritik itu menggunakan ancaman.

Pemasangan alat pelacak di mobilnya, dianggap Tiyo sebagai kelakuan menjijikkan rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa. Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa, dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," pungkas Tiyo.

Baca juga: Istana Tolak Setop MBG Usai Didemo BEM UI: Emang Ibu Hamil dan Bayi Menyusui Bisa Disuruh Berhenti?

KETUA BEM UGM - Viral Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak di mobilnya (Tribun Trends/Instagram @tiyoardianto_)

Disemprot Eks Menpora

Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Memanggil itu mengkritisi pemerintahan Prabowo dan Gibran terkait berbagai polemik yang terjadi di negeri ini.

Salah satu polemik yang disorot pendemo adalah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa Merah Putih.

Penghinaan itu terkait pengakuan Tiyo yang memberi nama kucingnya mirip dengan Prabowo Subianto.

Tiyo juga menyebut bahwa kucingnya itu mengalami scabies.

"Saya lihat ada kucing yang scabies gemuk sekali badannya. Tapi kepalanya itu dihinggapi jamur scabies yang membuat dia jadi gak bisa melihat. Saya kasih nama kucing itu Prabodoh Subiantolol," kata Tiyo.

Video itu kemudian ditonton Adhyaksa Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

"Astagfirullah. 5 tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu, sama-sama Ketua Senat mahasiswa, kamu ketua BEM kan, tapi saya belum pernah kasih statement, walaupun 10 tahun saya tidak suka dengan kebijakan Jokowi, saya tidak pernah berkata kasar seperti kamu, dan saya belum pernah dengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara," katanya dalam unggahannya.

Adhyaksa Dault bahkan sampai memarahi Tiyo pada video tersebut.

"Itu luar biasa kamu, nauzubillah, kenapa kamu ngomong begitu, gak boleh kayak gitu yah," katanya.

Ia mengatakan selama ini tidak pernah menanggapi dan mengeluarkan statement apa pun perihal kondisi pemerintahan.

"Hari ini saya baru ngomong karena saya kesal melihat kamu dan walaupun sebelah kamu tuh tertawa-tawa, saya gak suka dengan sikap kamu seperti itu," katanya.

Dia mengatakan awalnya bersimpati pada Tiyo.

Tiyo memang belakangan menjadi perbincangan karena dinilai sebagai mahasiswa yang berani mengkritik tajam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengkritik program makan bergizi gratis (MBG), nilai tukar rupiah yang anjlok, hingga teranyar harga BBM yang membumbung tinggi.

"Kasihan kamu, pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah oke, kita mengatakan jangan mengkaukan oke. Tapi ini sudah kelewatan, kamu menghina kepala negara," kata Adhyaksa Dault.

Bahkan Adhyaksa Dault mengumpamakan jika ayah Tiyo yang diperlakukan demikian oleh orang lain.

"Coba kalau bapakmu digitukan sama orang, sakit hati gak kamu? Sakit hati gak bapakmu? Jangan, Pak Prabowo tuh orang tua, senior, seumuran dengan bapak saya barangkali," katanya.

Adhyaksa Dault memastikan bahwa ucapannya tidak ditunggangi pihak mana pun.

"Dari suara hati saya sendiri," kata Adhyaksa Dault.

(TribunTrends/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.