TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Serikat Pemerhati Sawit Sulawesi Barat, mengeluhkan keterbatasan kapal yang melayani pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) melalui pelabuhan terminal khusus (Tersus) perusahaan perkebunan sawit PT Astra dan PT Unggul.
Mereka sampaikan keluhannya itu kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski Salatin.
Baca juga: Mahasiswa di Majene Akan Turun ke Jalan Desak Stop Pemborosan Anggaran Hingga Tolak Tambang Pamboang
Baca juga: Update ULN Indonesia April 2026 Naik Rp 1,9 Persen, Utang Pemerintah Tumbuh, Swasta Menurun
Serikat Pemerhati Sawit menyampaikan bahwa keterbatasan armada kapal yang beroperasi di pelabuhan terminal khusus perusahaan sawit, berpotensi menghambat kelancaran distribusi hasil perkebunan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha sawit di daerah.
Kepala Disperkimtanhub Sulbar Maddareski Salatin menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Guna memperoleh informasi yang komprehensif mengenai kondisi operasional pelabuhan dan ketersediaan armada pengangkut TBS.
"Kami menerima dan mengapresiasi masukan yang disampaikan oleh Serikat Pemerhati Sawit. Permasalahan ini akan menjadi perhatian kami untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak perusahaan, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya agar dapat ditemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan," ujar Maddareski.
Ia menegaskan, Disperkimtanhub Sulbar berkomitmen mendukung kelancaran sistem transportasi dan logistik di Sulawesi Barat, termasuk sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
"Kami harap terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga berbagai kendala yang dihadapi dapat diselesaikan secara Bersama," pinta Maddareski. (*)