Jakarta (ANTARA) - Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur terus berupaya meningkatkan perekonomian Jakarta dengan mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui program pelatihan keterampilan keliling atau Mobile Training Unit (MTU).

"Sebanyak 20 warga di Kantor Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung mengikuti pelatihan keterampilan yang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan peluang kerja, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan berwirausaha," kata Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendrawan di Jakarta, Senin.

Program hasil kolaborasi antara PPKD Jakarta Timur dan Kelurahan Cipinang ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan menghadirkan pelatihan langsung ke lingkungan warga, peserta dapat memperoleh keterampilan untuk membangun usaha secara mandiri maupun mengembangkan usaha yang telah dirintis.

Teguh menyebut, pelatihan MTU dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengembangan kompetensi sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"Kami sengaja menghadirkan pelatihan ke lingkungan warga agar akses pengembangan kompetensi semakin mudah. Masyarakat cukup datang ke kantor kelurahan untuk memperoleh pelatihan yang sama seperti di PPKD," jelas Teguh.

Menurut dia, keterampilan yang diberikan dalam pelatihan memiliki nilai praktis yang dapat langsung diterapkan, baik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan usaha mandiri.

Melalui pendekatan tersebut, Teguh berharap masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Para peserta mendapatkan materi teori dan praktik sesuai bidang pelatihan yang dipilih, termasuk digital marketing yang saat ini menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung pengembangan usaha berbasis teknologi.

Selain memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan dari PPKD Jakarta Timur dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

"Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam mengembangkan usaha maupun meningkatkan daya saing di dunia kerja," ucap Teguh.

Sementara itu, Lurah Cipinang Heidy Amelia Rangkuti menilai, program MTU yang berlangsung sejak 8 Juni 2026 dan diikuti oleh warga Kelurahan Cipinang yang telah lolos seleksi administrasi itu dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

"Peserta seluruhnya merupakan warga Cipinang yang sedang mencari pekerjaan maupun yang ingin memulai usaha mandiri. Melalui pelatihan ini, mereka dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan, membangun kemandirian ekonomi," kata Heidy.

Dia berharap pelatihan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi munculnya pelaku usaha baru di wilayah Cipinang.

Menurutnya, semakin banyak warga yang memiliki keterampilan dan keberanian untuk berwirausaha, semakin besar pula peluang terciptanya pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.