WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang digelar massa Aliansi Cipayung Menggugat di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), memanas.
Ketegangan terjadi saat sejumlah demonstran meletakkan ban motor di depan mobil polisi.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menghalangi upaya tersebut dan meminta massa tak membakar ban.
Perdebatan antara perwakilan massa dan petugas keamanan tak terhindarkan.
Baca juga: Diblokade Petugas Keamanan, Ratusan Mahasiswa yang Gelar Unjuk Rasa Tidak Bisa Dekati Patung Kuda
Massa juga ingin memblokade jalan depan Gedung DPR/MPR RI, namun dicegah kepolisian.
Adu mulut terjadi sebelum koordinator lapangan (korlap) turun tangan menenangkan peserta aksi.
Keributan akhirnya pecah, bahkan ada salah satu anggota kepolisian terkena pukulan peserta aksi.
Satu orang dari massa tersebut juga tampak diamankan polisi, yang belakangan diketahui sebagai Dzakwan Falih (24), mahasiswa semester 10 Institut Bisnis Nusantara jurusan manajemen pemasaran.
Baca juga: Aksi Mahasiswa UBK di Gambir Memanas, Soroti Dugaan Penyimpangan MBG dan Ruang Sipil
Perwakilan massa kemudian memprotes rekannya yang dibawa masuk ke gedung DPR/MPR RI, hingga tidak lama kemudian dibebaskan polisi.
Aliansi Cipayung Menggugat merupakan gabungan sejumlah organisasi kemahasiswaan, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA Persis).
Dua spanduk dibentangkan bertuliskan 'Prabowo-Gibran Gatal, Gagal Total' dan 'Cipayung Menggugat!!! Menuntut DPR RI Bersikap'.
Ada pula poster bertuliskan sejumlah tuntutan aksi dan wajah Prabowo dengan tulisan di sampingnya 'MBG, Mafia Berkedok Gizi' dan 'BBM, Bandit-Bandit Maling' dengan menampilkan wajah Bahlil Lahadalia.
Baca juga: Monas Membara: Demo Mahasiswa UBK Ricuh, Saling Dorong dengan Polisi di Jalan Merdeka Selatan
Aksi baru berjalan lima menit, massa mengeluarkan ban untuk dibakar.
Massa mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Mereka juga menuntut pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), serta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Massa juga meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan Program MBG hingga evaluasi dan perbaikan sistem dilakukan. (m31)