Gus Ipul Tunjukkan Hasil Sekolah Rakyat di Medan, Siswa Tampil Pidato Tiga Bahasa hingga Karate
Ayu Prasandi June 15, 2026 06:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat, khususnya calon siswa dan orang tua, melihat langsung proses pendidikan di Sekolah Rakyat melalui kegiatan Open House yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan, Senin (15/6/2026).

Menurut Gus Ipul, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui secara langsung sistem pembelajaran, pola pengasuhan, hingga perkembangan karakter siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini hal yang kita syukuri bersama,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, Open House sengaja digelar agar calon siswa dan orang tua memperoleh gambaran utuh mengenai lingkungan pendidikan yang akan ditempuh anak-anak mereka, termasuk suasana belajar dan kehidupan di asrama.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menegaskan tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan seksual maupun fisik, serta intoleransi.

“Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual atau kekerasan fisik. Tidak boleh ada intoleransi,” tegasnya.

Sebanyak 75 calon siswa beserta orang tua hadir dalam kegiatan tersebut.

Mereka menyaksikan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari tradisional, karate, pidato tiga bahasa, paduan suara hingga pembacaan puisi.

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan yang dapat menjadi bekal masa depan.

“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Secara nasional terdapat 104 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Khusus di Kota Medan, Sekolah Rakyat permanen nantinya akan menampung 270 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Suasana haru mewarnai dialog antara Menteri Sosial dengan orang tua calon siswa. Ridha Aritona, orang tua dari Jessica Putri Sirait, mengaku berharap anaknya bisa memperoleh pendidikan berkualitas meski kondisi ekonomi keluarga terbatas.

Ia mengatakan selama ini bekerja sebagai pengemudi ojek online dengan pendapatan yang tidak menentu.

“Besar harapan saya anak saya sekolah berkualitas dengan keadaan tidak mampu menyekolahkan dan memberikan les. Harapan besar dia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jangan seperti kehidupan saya,” katanya sambil menahan tangis.

Hal serupa disampaikan Riantika, ibu dari Fahrizky. Ia bersyukur anaknya mendapat kesempatan menjadi calon siswa Sekolah Rakyat setelah sempat putus sekolah saat duduk di kelas VI SD.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai Sekolah Rakyat telah menunjukkan dampak positif bagi para siswa.

“Kami mendampingi Sekolah Rakyat ini dari awal sekali. Saya hadir kembali dan melihat anak-anak yang awalnya belum percaya diri dan belum teratur sekarang ada progres,” ujar Rico.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi untuk menjangkau anak-anak dari keluarga rentan di perkotaan agar mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik sekaligus peluang memperbaiki masa depan mereka.

(cr26/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.