TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Aliansi Mahasiswa Seluruh Semarang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jateng dan Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).
Sebelum bertemu di Jalan Pahlawan, aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang itu melakukan aksi di beberapa titik seperti di depan Kantor Pertamina Jateng-DIY dan Tugu Muda.
Selepas itu, massa aksi bertemu di Jalan Pleburan Undip untuk berkumpul bersama lalu melalukan longmarch ke Jalan Pahlawan pada pukul 16.11 WIB.
Baca juga: "Prabowo Gibran Mundur!" Satu dari Lima Tuntutan Aksi Mahasiswa Banyumas Raya
Baca juga: Harga Pertamax di Indonesia Paling Murah, Mahasiswa Unissula Semarang: Jangan Bodohi Kami
Massa aksi yang mencapai ribuan orang tersebut terbagi di dua titik meliputi massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya yang melakukan aksi dengan mobil komando (Mokom) depan Kantor DPRD Jateng.
Sebaliknya, massa aksi dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Semarang melakukan aksi di depan kantor Gubernur Jateng.
Lokasi Keduanya hanya selemparan batu atau berjarak sekitar 100 meter.
Aksi HMI Semarang diwarnai dengan aksi bakar ban persis di depan Gerbang Kantor Gubernur Jateng.
Kepulan asam hitam tampak membumbung yang arahnya masuk ke kantor Gubernur Jateng.
Aksi ini sempat memicu ketegangan dengan aparat kepolisian yang berjaga di dalam pintu gerbang.
Pemicu ketegangan itu karena polisi berusaha mematikan api tersebut dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada pukul 16.38.
Kedua kelompok itu saling bersitegang tetapi mahasiswa mampu menahan diri sehingga tidak terpancing dengan melakukan perlawanan terhadap kepolisian.
Sementara aksi BEM Sera di Gedung DPRD Jateng diwarnai dengan aksi orasi dan penempelan poster bernada protes di antaranya "Negara Sedang Terluka Jangan Lupa Bersuara" "Reformati", dan lainnya.
Menurut Ketua HMI Cabang Semarang Muhammad Nabil Muallif, pembakaran ban dilakukan sebagai bentuk kobaran semangat mahasiswa dalam melawan pemerintahan.
"Ya ini simbol semangat kami sebagai mahasiswa dan pemuda," ujarnya kepada Tribun selepas aksi.
Ia menjelaskan, aksi ini setidaknya diikuti oleh 5 ribu mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Semarang.
"Aksi ini diikuti dari seluruh aliansi seluruh mahasiswa Seluruh Semarang baik UKM maupun internal kampus," bebernya.
Terkait tuntutan, ia membeberkan, aksi kali ini ingin menyuarakan soal buruknya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Prabowo harus evaluasi total MBG dan KDMP, kami rasa program itu merugikan dan turut melemahkan ekonomi," katanya.
BEM Sera Sampaikan Pantura atau Lima Tuntutan Rakyat
Perwakilan Mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Septia Linasari mengatakan, aksi kali ini para mahasiswa dari BEM Sera menyampaikan Panca Tuntutan Rakyat (Pantura).
Lima tuntutan itu berupa turunkan harga BBM dan stabilkan nilai rupiah.
kedua, itu kembalikan TNI dan Polri ke fungsi yang sesungguhnya.
Ketiga , evaluasi total MBG dan Kopdes.
keempat, kembalikan tanah kepada kepemilikan rakyat.
Yang kelima adalah hentikan budaya KKN di pemerintahan
"Semisal tuntutan itu tidak terdengar oleh Prabowo maka kami akan melakukan aksi lebih besar lagi," tuturnya. (Iwn)