Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG — Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara terbuka mengakui adanya penurunan target perolehan medali emas untuk kontingen Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendatang.
Jika pada gelaran sebelumnya di Hangzhou Indonesia sempat membidik target tinggi, kali ini angka yang dipatok secara rasional berada di bawah capaian tersebut.
Meski demikian, penurunan target resmi ini tidak membuat otoritas tertinggi penyerahan prestasi olahraga Indonesia tersebut lantas mengendurkan motivasi para atlet.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa penyesuaian target ini pada awalnya didasarkan atas perhitungan yang matang terhadap peta kekuatan olahraga di Asia saat ini serta kesiapan internal komite.
Baca juga: 14 Kampus di Bali Bentuk Konsorsium Pendidikan, Wamendiktisaintek Beri Peringatan Ini
Pihaknya melihat situasi yang berkembang secara objektif demi menjaga kalkulasi prestasi tetap berada di koridor yang masuk akal.
"Ya, awalnya kita melihat agak cukup rasional saya pikir, melihat fakta-fakta yang kita hadapi," ujar Raja Sapta Oktohari dijumpai Tribun Bali di Nusa Dua, Badung, Bali, pada Minggu 14 Juni 2026 sore.
Namun, dinamika target ini kembali bergerak setelah adanya arahan dan koordinasi terbaru dari pihak pemerintah.
Baca juga: ROAD TO VICTORY: 16 Pertarungan Sengit di Atlas Bali, Renzo Taklukkan Peraih Perak SEA Games
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) rupanya menghendaki ekspektasi pencapaian yang lebih tinggi dari kalkulasi awal tim teknis demi menjaga gengsi dan daya juang Indonesia di kancah internasional.
Menurut Okto, Menpora telah menetapkan bahwa target medali emas untuk Indonesia di Aichi-Nagoya nanti harus berada di atas angka empat emas.
Menanggapi keputusan politik olahraga dari pemerintah tersebut, NOC Indonesia memilih untuk tidak bersikap pasif atau sekadar pasrah pada angka realistis yang sempat mereka hitung di awal.
"Tapi kalau dari Menpora menyatakan lebih dari empat, ya kita harus bilang lebih dari Menpora, gitu. Harus, harus optimis," tegas Okto.
Sikap untuk melampaui target Menpora ini sengaja diambil oleh NOC Indonesia sebagai strategi psikologis yang sengaja digulirkan ke ranah publik dan pelatnas.
Baginya, penetapan target yang bersifat menantang dan berjenjang ini justru menjadi instrumen penting untuk memicu adrenalin serta mentalitas tempur para atlet nasional yang akan diturunkan.
"Jadi, target bersambung ini mudah-mudahan bisa memberikan, membakar semangat, sehingga Asian Games akan menorehkan prestasi yang membanggakan untuk Indonesia di Aichi-Nagoya nanti," lanjutnya.
Okto memastikan bahwa koordinasi intensif terus berjalan tanpa henti antara pihak komite olimpiade dengan tim Chef de Mission (CdM) yang baru saja dibentuk untuk mengawal keberangkatan seluruh atlet.
"Tim kita terus dilakukan komunikasi, baik itu melalui oleh NOC Indonesia maupun tim CdM, yang baru saja dibentuk, yang dipimpin oleh Saudara Taufik Hidayat," pungkasnya. (*)