Warga Binaan Lapas Lombok Barat Sukses Panen Edamame
Idham Khalid June 15, 2026 07:05 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Program budidaya edamame yang dikembangkan oleh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat membuahkan hasil. Panen perdana yang digelar pada Senin (15/6/2026) menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian yang mengedepankan penguatan keterampilan dan produktivitas warga binaan.

Kegiatan panen tersebut dihadiri Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anak Agung Gde Krisna, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Ketut Akbar Herry Achjar.

Panen dilakukan di lahan seluas 0,9 hektare yang selama ini dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan budidaya edamame, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anak Agung Gde Krisna, memberikan apresiasi atas komitmen Lapas Lombok Barat dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

"Pembinaan yang baik harus mampu memberikan bekal nyata kepada warga binaan. Kegiatan budidaya seperti ini menjadi sarana untuk membangun keterampilan, etos kerja, dan kesiapan mereka agar dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Terbuka Lombok Tengah Gelar Panen Raya Padi Bersama Warga Binaan

Menurutnya, keberhasilan program budidaya edamame menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga penguatan kapasitas dan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Akbar, menilai budidaya edamame memiliki prospek yang menjanjikan dan layak terus dikembangkan.

“Dengan optimalisasi lahan yang ada, kami menargetkan hasil panen edamame dapat mencapai 3 hingga 4 ton. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan menghasilkan nilai ekonomi,” kata Akbar.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama petugas dan warga binaan dalam mengelola lahan secara konsisten.

“Kami ingin warga binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas. Budidaya edamame menjadi salah satu media pembelajaran yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja secara produktif,” ungkapnya.

Ke depan, Lapas Lombok Barat berkomitmen terus mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian dengan mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia, sehingga mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ketahanan pangan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.