Transaksi hingga Menabung di BRI, UMKM Batanghari Rasakan Kemudahan Kelola Usaha
asto s June 15, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Batanghari terus berupaya mengembangkan usaha melalui kolaborasi dalam wadah koperasi serta pemanfaatan layanan perbankan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari.

Ketua UMKM Serentak Regam Elok Kabupaten Batanghari, Iskandar mengatakan komunitas yang dipimpinnya telah berdiri sejak 2003 dan kini memiliki lebih dari 50 anggota yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, kerajinan hingga pengolahan hasil pertanian dan perikanan.

Menurut Iskandar, selain memperkuat jaringan antar pelaku usaha, pihaknya juga mendorong anggota untuk memiliki pengelolaan keuangan yang baik melalui layanan perbankan.

"Kami terus mendorong anggota untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama dan mengelola keuangan dengan baik agar usaha bisa terus berkembang," ujarnya.

Ia menuturkan, sebagian besar anggota UMKM yang tergabung dalam komunitasnya telah memanfaatkan layanan perbankan untuk mendukung aktivitas usaha.

Menabung di BRI

Salah satunya melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Menurut Iskandar, keberadaan BRI sangat membantu pelaku usaha dalam melakukan transaksi keuangan secara lebih mudah, aman, dan efisien.

"Kalau sekarang anggota banyak yang menggunakan rekening BRI untuk transaksi usaha. Pembayaran dari pelanggan bisa langsung masuk rekening, jadi lebih praktis dan aman," katanya.

Dia mengatakan sebagian besar anggotanya lebih banyak menggunakan BRI.

"Kebanyakan menggunakan BRI, kalau ada transfer bebas biaya admin kalau sesama," ujarnya.

Tidak hanya untuk menerima pembayaran, layanan BRI juga dimanfaatkan pelaku UMKM untuk melakukan transfer kepada pemasok bahan baku, pembayaran kebutuhan usaha, hingga menabung hasil penjualan.

Kemudahan layanan digital yang dimiliki BRI membuat pelaku usaha tidak lagi harus membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bertransaksi.

Selain itu, akses layanan yang menjangkau hingga daerah-daerah turut membantu anggota UMKM dalam mengelola keuangan usaha.

"Banyak anggota yang rutin menyisihkan hasil usaha untuk ditabung di BRI. Jadi uang usaha bisa lebih terkelola dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi," ujarnya.

Menurut Iskandar, kebiasaan menabung dan pencatatan keuangan yang lebih tertib menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku UMKM bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan usaha.

Pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas Serentak Regam Elok menghasilkan beragam produk olahan makanan dan minuman yang telah dipasarkan tidak hanya di Jambi, tetapi juga ke berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu produk yang cukup diminati adalah sari bandrek jahe.

Produk minuman herbal tersebut mengalami peningkatan permintaan sejak masa pandemi Covid-19 karena banyak masyarakat mencari minuman yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

"Saat Covid pemasaran meningkat. Produknya bahkan sudah sampai ke Jogja," katanya.

Selain itu, produk abon ikan patin juga menjadi salah satu unggulan UMKM Batanghari. Iskandar menjelaskan ketersediaan bahan baku relatif terjamin karena pelaku usaha memiliki puluhan kolam budidaya ikan patin.

Ia menambahkan, produk-produk yang dipasarkan telah dilengkapi legalitas usaha, termasuk sertifikasi halal dan izin edar, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Pemasaran sudah ke berbagai daerah dan produk ini sudah BPOM, halal, serta legalitasnya terjamin," tutupnya. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

Baca juga: Pandangan Rektor UNJA pada Masalah Sampah di Kota Jambi

Baca juga: Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Yayasan MBG di Jambi Diselidiki Polisi, Ditreskrimum Gerak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.