TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Aksi demo yang digelar sejumlah elemen masyarakat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah disambut positif oleh para pengemudi ojek online (ojol).
Dukungan tersebut salah satunya datang dari Sofyan, pengemudi ojol yang mengaku memahami alasan masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara selama dilakukan secara tertib dan tidak mudah terprovokasi.
“Ya wajar lah, karena kita negara demokrasi. Jadi kritik itu hal yang wajar. Yang penting jangan sampai terprovokasi aja,” ucapnya saat ditemudi di Jalan Jenderal Sudirman, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Meski aksi demo acap kali membuat arus lalu lintas di jalan protokol kian padat, namun Sofyan menyebut hal tak keberatan dengan hal itu.
Bahkan, ia dan beberapa temannya turut mendukung aksi tersebut dengan ikut meraikan aksi penyampaian pendapat.
Sofyan mengatakan, carut marut kondisi ekonomi saat ini semakin dirasakan oleh pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojol.
Salah satu yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax.
Menurutnya, kenaikan harga membuat banyak pengguna kendaraan beralih ke Pertalite sehingga antrean di SPBU semakin panjang.
Bahkan, di sejumlah SPBU, stok Pertalite disebut lebih cepat habis dibandingkan sebelumnya.
“Kalau Pertamax naik, otomatis banyak yang beralih ke Pertalite. Jadi antreannya makin panjang. Di dekat rumah saya, lewat jam sembilan malam Pertalite sering sudah habis,” ujarnya.
Kondisi itu juga membuat Sofyan mengubah kebiasaan saat mengisi bahan bakar kendaraan.
Jika sebelumnya masih rutin menggunakan Pertamax, kini ia memilih menggunakan Pertalite demi menekan pengeluaran harian.
“Dulu seminggu dua kali isi Pertamax. Sekarang ya sudah pakai Pertalite saja,” ucapnya.
Selain BBM, Sofyan mengaku kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok dan konsumsi sehari-hari.
Menurutnya, harga minyak goreng hingga makanan dan minuman yang biasa dibeli saat bekerja di jalan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Semuanya memang sudah mulai naik. Minyak naik, beli kopi di jalan juga naik,” katanya.
Di tengah kenaikan biaya hidup, Sofyan mengaku semakin sulit menyisihkan penghasilan untuk ditabung.
Ia menilai kondisi ekonomi saat ini membuat beban masyarakat kecil semakin berat, terlebih pendapatan ojol juga masih dipotong oleh aplikator.
“Agak berat sih untuk nabung sekarang. Apalagi kondisi ekonomi seperti ini. Penghasilan ojol juga kepotong cukup besar,” tuturnya.
Bahkan, menurut Sofyan, kondisi yang dialaminya saat ini membuat pengeluaran harian kerap lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh.
“Pengeluarannya justru lebih banyak daripada pendapatannya,” ujar dia.
Karena itu, ia menilai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui aksi demonstrasi merupakan hal yang lumrah selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.