Jakarta (ANTARA) - Seorang pemuda berusia 19 tahun kehilangan motor matik miliknya di kawasan Jalan Muwardi, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Minggu (14/6) siang setelah diduga menjadi korban kejahatan hipnotis.
Orang tua korban, Maman, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika anaknya tengah berkendara menuju salah satu ATM bank Himbara di kawasan Grogol pada Minggu (14/6) siang.
"Anak saya mau ke ATM BNI di Grogol. Sebelum sampai ATM, di dekat masjid ada dua orang yang berboncengan motor menghampiri dan meminta tolong diantar ke alamat Jalan Muwardi 3B, rumah Pak Haji," kata Maman.
Korban yang saat itu tidak curiga kemudian bersedia mengantarkan salah satu pelaku ke lokasi yang dituju. Setibanya di Jalan Muwardi 3B, pelaku berpura-pura menelepon seseorang yang diklaim sebagai "Pak Haji".
Maman melanjutkanbsetelah berpura-pura menelepon, pelaku kemudian meminta izin untuk meminjam sepeda motor korban dengan dalih ingin mencari keberadaan orang yang ditujunya tersebut.
Sebagai jaminan agar korban percaya, pelaku menitipkan sebuah tas berwarna hitam kepada korban.
"Pelaku bilang Pak Hajinya tidak ada dan minta pinjam motor sebentar. Anak saya dikasih tas warna hitam berisi roti, susu, teh kotak, dan tiga amplop untuk dititipkan sambil menunggu," ujar Maman.
Tanpa sadar dan tanpa rasa curiga, korban langsung menyerahkan sepeda motor matik miliknya kepada pelaku. Namun, setelah ditunggu beberapa lama, pelaku tak kunjung kembali ke lokasi.
Berdasarkan keterangan warga dan Ketua RT setempat, korban ditemukan dalam kondisi linglung dan kebingungan setelah ditinggal oleh pelaku.
"Warga lihat anak saya seperti bengong. Saat ditanya mau ke mana, dia bilang habis mengantar orang dan motornya dipakai sebentar tetapi belum balik-balik," ucap Maman.
Korban sempat dibawa ke rumah Ketua RT setempat sebelum diantarkan pulang. Saat itulah, korban mulai menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.
"Anak saya bahkan sempat bertanya ke warga, 'ini daerah mana ya Pak'. Padahal dia baru saja mengantar orang ke lokasi itu," tuturnya.
Pihak keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tanjung Duren pada Senin (15/6) agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kami baru selesai membuat laporan di Polsek Tanjung Duren. Untuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan bukti lainnya juga ada," kata Maman menandaskan.
Saat ini, aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Duren masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan aksi hipnotis dan pencurian sepeda motor tersebut guna memburu para pelaku.





