Fokus Lihat Google Maps, iPhone 17 Pro Max Turis Selandia Baru Dijambret di Bali
Aloisius H Manggol June 15, 2026 08:37 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang warga negara asing (WNA) perempuan asal Selandia Baru berinisial MBE (26) menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, dekat Underpass Tuban, Kuta, Badung. 

Peristiwa kriminal yang sempat viral di media sosial ini ditangani langsung oleh pihak kepolisian. Saat ini aparat tengah memburu pelaku yang beraksi memanfaatkan kelengahan korban tersebut.

Baca juga: TERUNGKAP! Bali Jadi Rute Utama Perdagangan Satwa Burung Ilegal dari NTB ke Pulau Jawa 

"Dugaan penjambretan handphone terhadap seorang warga negara asing," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, saat dijumpai Tribun Bali di Denpasar pada Senin 15 Juni 2026.

Iptu Gede Adi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menimpa korban pada Jumat, 12 Juni 2026 petang, sekitar pukul 16.55 WITA.

Baca juga: Libatkan Siswa SD, Desa Tibubeneng Ubah Sampah Jadi Mahakarya Seni Lewat Wija Reksa Quoriena Art Hub

Aksi kejahatan jalanan ini bermula ketika korban MBE dibonceng oleh teman laki-lakinya bernama Jayden. 


"Mereka dalam perjalanan pulang rekreasi dari Pantai Melasti, Kuta Selatan, dan hendak kembali menuju villa tempat mereka menginap," ujar dia.


Untuk melihat arah jalan pulang, korban mengeluarkan handphone miliknya untuk memandu perjalanan menggunakan aplikasi peta digital. 


Namun, situasi tersebut justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.


Saat motor korban melintas di dekat Underpass Tuban, tiba-tiba dari arah sebelah kanan muncul seorang pria misterius yang mengendarai sepeda motor. 


Pelaku yang saat itu mengenakan jas hujan berwarna biru tua langsung memepet motor korban.


Dengan gerakan cepat, pelaku merampas iPhone 17 Pro Max warna dark blue yang sedang digenggam erat oleh korban. 


Pelaku kemudian langsung tancap gas memotong di depan motor korban dan kabur berkecepatan tinggi.


Sadar handphonenya dijarah, Jayden langsung berupaya mengejar pelaku yang memacu motornya ke arah simpang Tuban. 


Aksi kejar-kejaran sempat terjadi, namun sesampainya di lampu lalu lintas simpang Tuban, korban akhirnya kehilangan jejak pelaku yang bergerak sangat lincah di tengah lalu lintas.


Akibat kejadian tersebut, korban MBE kehilangan handphone beserta clear case-nya dengan taksiran kerugian material yang cukup besar mencapai belasan juta rupiah.


Lalu langsung mendatangi Polsek Kuta untuk membuat Pengaduan Masyarakat (Dumas).


Menanggapi kasus menonjol yang menyasar wisatawan asing ini, Polresta Denpasar menegaskan telah menerjunkan tim lapangan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. 


Kepolisian juga meminta peran aktif masyarakat jika melihat pergerakan mencurigakan di sekitar tempat kejadian perkara.


"Saat ini tim masih melakukan penyelidikan intensif terkait dengan informasi tersebut," tegas Iptu Gede Adi.


"Mohon kerjasamanya dari seluruh warga masyarakat terkait dengan informasi apa yang diperoleh untuk bisa melaporkan ke call center 110," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.