Jelang Kirab Suro, Dua Kubu Keraton Solo Belum Sepakati Pelaksanaan
Ryantono Puji Santoso June 15, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menjelang hari H Kirab Malam 1 Suro, kedua kubu belum menyepakati teknis pelaksanaan kirab meski sudah berusaha dipertemukan oleh Pemerintah Kota Solo di Ruang Natapraja, Senin (15/6/2026).

Mereka dipertemukan dalam dua sesi.

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menolak memberikan pernyataan setelah sesinya selesai.

Begitu juga dengan perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, KPAA Ferry Firman Nurwahyu.

“Ya nanti kita lihat saja besok di keraton,” jelasnya,  Senin (15/6/2026).

Ia bersikukuh bahwa kirab yang dilaksanakan oleh Pakubuwono XIV Purboyo adalah satu-satunya kirab yang sah.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kubu Pakubuwono XIV Hangabehi mengadakan kirab sendiri, ia pun mengelak.

“Enggak. Mana ada sendiri-sendiri,” terangnya.

BAHAS KIRAB. Menjelang Kirab Suro yang diadakan pada Selasa (16/6/2026) mendatang, Pemerintah Kota Solo mengundang dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta di sesi berbeda, Senin (15/6/2026) di Ruang Natapraja.
BAHAS KIRAB. Menjelang Kirab Suro yang diadakan pada Selasa (16/6/2026) mendatang, Pemerintah Kota Solo mengundang dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta di sesi berbeda, Senin (15/6/2026) di Ruang Natapraja. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Belum Bisa Memastikan

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) yang juga Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Hangabehi GKR Koes Moertiyah Wandansari juga mengungkapkan ia belum bisa memastikan apakah akan dilaksanakan dua kirab atau menjadi satu.

“Saya nggak tahu (digabung atau tidak). Saya nggak begitu jelas,” ungkapnya.

Terlepas dari itu semua, Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono mengungkapkan keinginan Pemerintah Kota Solo agar semua bisa berjalan lancar. Pihaknya berusaha menyinkronkan kepentingan kedua kubu sehingga tidak terjadi benturan.

Baca juga: Kirab Malam 1 Suro di Solo, Warga Diingatkan Tidak Membawa Barang Berharga

“Intinya kan kita sudah menyampaikan kepada pihak Keluarga Besar Keraton bahwa Pemkot bersama seluruh aparat keamanan, TNI, Polri, dan Forkopimda lainnya kita mendukung agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Mereka memaparkan rencana seperti ini, menyinkronkan menjadi satu,” jelasnya.

Ia pun belum bisa memastikan apakah kedua kubu akan berjalan beriringan atau menjalankan kirab secara terpisah. Ia berharap masing-masing pihak bisa saling memberi ruang agar tak muncul gejolak.

“Mungkin tidak menjadi satu, tapi pelaksanaannya berjalan dengan baik, saling bisa memberi ruang untuk melaksanakan kegiatan di sana. Saya belum bisa menyampaikan (menjadi satu). Hampir sama. Cuma ada pemahaman, ada satu yang sudah duluan, yang satu mengalah, ya silakan,” terangnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.