Cara Warga Lereng Merapi Klaten Agar Terhindar dari Bencana: Makan Jenang Manggul Sambut Bulan Suro
Rifatun Nadhiroh June 15, 2026 10:14 PM

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga di lereng Gunung Merapi menggelar tradisi memasak jenang manggul untuk menyambut datangnya bulan Suro di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (14/6/2026).

Tradisi turun-temurun ini dipercaya sebagai bentuk doa bersama agar masyarakat terhindar dari bencana.

Jenang manggul merupakan makanan tradisional berupa bubur nasi dengan lauk sederhana yang biasa disantap bersama dalam kegiatan kenduri warga. Pada pelaksanaan tradisi tahun ini, masyarakat memasak serundeng ayam sebagai pelengkap hidangan.

Ketua RT 16 Desa Sidorejo, Jenarto atau yang akrab disapa Jeck, mengatakan bahwa tradisi jenang manggul telah diwariskan secara turun-temurun dan terus dilestarikan masyarakat setempat.

JENANG MANGGUL - Penampakan jenang manggul, yang dibuat warga menyambut datangnya bulan Suro di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.
JENANG MANGGUL - Penampakan jenang manggul, yang dibuat warga menyambut datangnya bulan Suro di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Baca juga: Jadwal Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran Solo Besok, Dimulai Pukul 19.00 WIB

“Jenang manggul itu biasa dibuat kenduri oleh warga sekitar sini, itu setiap tanggal 8 Suro,” ujar Jeck saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna filosofis yang erat kaitannya dengan keselamatan warga, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Gunung Merapi.

“Yang intinya untuk tolak balak lah, supaya kita terhindar dari bencana,” jelasnya.

Jenang manggul sendiri memiliki cita rasa gurih karena dibuat menggunakan campuran santan. Selain mudah dinikmati, makanan ini juga dinilai memiliki nilai kebersamaan karena dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia.

“Kalau jenang itu kan makanan yang semua umur bisa menikmati, dari bayi sampai lansia bisa menikmati,” ucap Jeck.

“Artinya ketika kita berkumpul lintas umur, kita bisa saling menikmati,” imbuhnya.

Baca juga: Bupati Hamenang Targetkan 1.000 Tangki Air Bersih Dikirim ke Wilayah Rawan Kekeringan Klaten

Tak hanya memasak jenang manggul, masyarakat juga menggelar tradisi kirab pager banyu di kawasan Kampung Siluman.

Dalam kirab tersebut, warga membawa bibit tanaman, hasil bumi, serta jenang manggul sejauh kurang lebih satu kilometer dari jalan utama menuju lokasi kegiatan.

Setibanya di lokasi, warga bersama-sama melakukan pembersihan mata air, penanaman pohon, hingga menikmati pertunjukan seni lokal sebagai bentuk pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui rangkaian tradisi ini, masyarakat lereng Merapi berharap datangnya bulan Suro membawa keselamatan, keberkahan, serta perlindungan dari berbagai marabahaya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.