WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana acara penyerahan hasil pemulihan aset dan penerimaan negara senilai Rp 1,02 triliun dari Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan, Senin (15/6), sempat mencair oleh kelakar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Di tengah sambutannya, Purbaya berkelakar mengenai aset hasil lelang yang belum dilunasi oleh sebagian pemenang lelang dalam gelaran BPA Fair 2026.
Candaan itu muncul saat ia menanyakan jenis barang yang gagal ditebus oleh para pemenang lelang tersebut.
Awalnya, Purbaya menyinggung adanya tiga pemenang lelang yang tidak menyelesaikan kewajiban pembayaran hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Ia kemudian melontarkan pertanyaan yang langsung mengundang perhatian para hadirin.
“Barangnya apa? Enggak ada Harley-Davidson, ya? Kalau ada Harley-Davidson saya mau tebus,” ujar Purbaya sambil tertawa.
Pernyataan itu sontak disambut gelak tawa para peserta acara.
Tidak berhenti di situ, Purbaya melanjutkan candanya dengan mengungkapkan keinginannya memiliki sepeda motor besar asal Amerika Serikat tersebut.
“Saya enggak punya motor, tapi enggak boleh beli sama istri, Pak. Cuma cita-cita saja itu, Pak,” kata dia yang kembali memancing tawa hadirin.
Meski disampaikan dalam suasana santai, pernyataan tersebut menggambarkan ketertarikan Purbaya terhadap mekanisme lelang aset negara yang selama ini dijalankan oleh Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengaku bukan orang asing dengan sistem lelang. Ia bahkan mengungkapkan pernah membeli sebidang tanah melalui mekanisme tersebut.
Menurut dia, lelang aset negara merupakan salah satu instrumen yang menarik karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh aset secara legal dan transparan.
Karena itu, ia berharap dapat memperoleh informasi lebih awal apabila Kejaksaan Agung kembali menggelar lelang aset pada masa mendatang.
“Saya pernah beli tanah lewat lelang. Jadi kalau ada lelang lagi, kasih tahu saya, Pak,” ujarnya berseloroh.
Acara penyerahan hasil pemulihan aset tersebut menjadi bagian dari upaya Kejaksaan Agung dalam mengoptimalkan pengembalian kerugian negara melalui penyitaan, pengelolaan, dan pelelangan barang rampasan maupun aset hasil tindak pidana.
Nilai aset yang diserahkan kepada negara kali ini mencapai Rp 1,02 triliun, mencerminkan kontribusi signifikan penegakan hukum terhadap penerimaan negara.
Di tengah agenda yang sarat dengan isu pengelolaan aset negara tersebut, candaan Purbaya mengenai Harley-Davidson menjadi selingan yang mencairkan suasana sekaligus menunjukkan antusiasmenya terhadap lelang aset yang digelar Kejaksaan Agung.
Bagi Purbaya, memiliki Harley-Davidson mungkin masih sebatas cita-cita, tetapi ketertarikannya pada lelang aset negara tampaknya bukan sekadar gurauan.