POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur menyatakan kesiapannya untuk mengawal jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Damar, Hendrio Wijaya. Dalam keterangannya, ia menyikapi perhatian khusus yang diberikan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani terhadap pemenuhan nutrisi para pelajar di Belitung Timur.
Hendrio mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan yang ditunjukkan oleh Gubernur Hidayat selama memantau program nasional tersebut ke sekolah yang dikunjungi.
“Kami sangat berterima kasih atas atensi Bapak Gubernur terhadap program Makan Bergizi Gratis ini,” ujar Hendrio, Senin (15/6/2026).
Hendrio mengatakan keterlibatan aktif dari Gubernur beserta jajaran menjadi sinyal positif bahwa pemerintah provinsi maupun daerah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap program pemerintah pusat.
“Hal ini membuktikan bahwa pemerintah daerah sangat fokus dan memiliki andil besar dalam mendukung keberhasilan program Presiden,” katanya.
Hendrio menambahkan, pengawasan dari pemerintah provinsi tidak sekadar menyasar pada kualitas hidangan saja, tapi berandil besar pada kestabilan ekosistem ekonomi di tingkat daerah.
“Termasuk memastikan kewajaran harga, pencegahan inflasi, serta ketersediaan pasokan bahan pangan,” ucapnya.
Terkait kelayakan sajian, Hendrio menjelaskan bahwa operasional setiap unit SPPG selalu berpegang teguh pada regulasi yang telah dirumuskan oleh pusat guna menghadirkan makanan yang bermutu tinggi.
“Kami menegaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghadirkan dan menyajikan makanan yang layak sesuai dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional,” ungkapnya.
Hendrio mengungkapkan porsi yang dibagikan tidak dibuat secara asal-asalan, melainkan mengacu pada perhitungan yang matang agar kebutuhan gizi para penerima manfaat dapat terpenuhi secara optimal.
“Setiap menu MBG dirancang secara terukur dengan memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,” katanya.
Lebih lanjut, Hendrio menerangkan bahwa standar Angka Kebutuhan Gizi (AKG) dan batas anggaran biaya pangan (food cost) sebesar Rp8.000 untuk porsi kecil serta Rp10.000 untuk porsi besar menjadi acuan agar program ini tepat sasaran bagi seluruh kelompok penerima, mulai dari pelajar hingga ibu hamil.
Selain itu, Hendrio juga mengatakan penyusunan menu MBG turut mempertimbangkan ketersediaan bahan pangan lokal tanpa mengurangi nutrisi yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan program tetap adaptif terhadap kondisi daerah.
"Penyusunan menu tentunya juga mempertimbangkan ketersediaan bahan lokal, tapi tetap bernutrisi. Hal ini dalam rangka mendukung penguatan ketahanan pangan di Belitung Timur," pungkasnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)