Mobil Dipasang OTK Pelacak, Tiyo Ardianto: Menjijikkan, Bukan Mobil Rental
Rusaidah June 15, 2026 11:34 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Tiyo Ardianto, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) kembali menuai sorotan.

Sebuah alat pelacak PBX Finder ditemukannya di kolong mobil Fortuner yang dipasang oleh orang tak dikenal (OTK).

Berawal dari notifikasi yang muncul di ponsel Tiyo, awal mula penemuan alat pelacak ini.

"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.

Tiyo lantas mencari alat pelacak tersebut dan berhasil menemukannya di kolong mobil Fortuner yang ia gunakan.

"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," kata Tiyo, dikutip Tribunnews.com, Minggu (14/6/2026).

"Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," sambungnya.

Kini banyak yang mempertanyakan soal kepemilikan mobil Fortuner yang digunakan oleh Tiyo.

Pertanyaan tersebut muncul bukan tanpa alasan, Tiyo sempat menggambarkan dirinya sebagai sosok yang tidak mampu, mulai dari membayar kuliah, hingga kepemilikan motor PCX yang dipinjam untuk menghadiri acara-acara.

"Kalau mas-mas itu menemukan alat pelacak di mobilnya, gua agak merasa sedikit anomali gitu. Kenapa ? Mas-mas ini pernah dulu menyampaikan statment bahwa dia mau kuliah aja susah mikir-mikir karena kaga ada duitnya."

"Sekarang kok tiba-tiba baru kelar kuliah udah bisa punya Fortuner, lu tau Fortuner harganya berapa kan,"

Baca juga: Inilah Deretan Nama Pejabat yang Disuap John Field Bos PT Blueray dari Bea Cukai, BPOM dan Kemendag

Jikapun itu mobil rental, dinilai wajar bila dipasang alat pelacak sebagai antisipasi tindak pencurian.

"Kalau bukan punyanya dia dan itu mobil rental, ya wajar aja gua rasa terdapat alat pelacak, karena mobil rental itu sering banget digondol,"

"Tapi balik lagi yah duitnya dari mana yah beli Fortuner, karena beli Fortuner itu tidak murah. Masih rekening bapak (sensor) gak yah, yang transfer masih yang dulu gak yah ?"

Terkait hal tersebut, Tiyo Ardianto menjelaskan bahwa ia menemukan alat pelacak di mobil tersebut pada 13 Juni 2026.

Ia mengaku mobil yang dimaksud merupakan milik saudara yang dipinjam demi menjaga keselamatan.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," kata Tiyo seperti dikutip dari Kompas.com.

Mobil Dipasang Pelacak, Tiyo: Menjijikkan

Aktivis sekaligus mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto kembali mendapat teror.

Dia menemukan alat pelacak PBX Finder di kolong mobil yang digunakan.

Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone.

"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.

Baca juga: Biodata Andri Mulyono, Komisaris PT YAT Pernah Diperiksa KPK, Kini Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.

"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan," kata Tiyo.

Kritik Tajam Pemerintahan Prabowo

Tiyo mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," katanya.

Bukan hanya sekali saja, Tiyo kembali menemukan alat pelacak serupa beberapa kemudian.

"Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya. "

"Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang."

"Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar."

"Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap."

"Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor." tulis Tiyo di Instagram.

Tiyo mengajak publik untuk tidak takut mengkritik pemerintahan saat ini.

Baca juga: Biodata dan Harta Djaka Budhi Utama, Eks Jenderal Diduga Terima 213 Ribu SGD di Kasus Suap Bea Cukai

Ia menegaskan, semakin rakyat ditekan, maka dipastikan rakyat akan balik melawan.

"Mari rekan-rekan, kita pastikan bahwa semakin ditekan, semakin melawan. Semakin diteror, semakin gacor. Semakin diintimidasi (dan) direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi," tegas dia.

Tiyo bahkan sempat mengucap sindiran terima kasih pada Prabowo.

"Terima kasih, Pak Prabowo," tutupnya.

(TribunnewsBogor.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.