BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kinerja PT Bank Pembangunan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung menunjukkan tren pemulihan yang semakin solid. Bank milik daerah tersebut berhasil membukukan laba sebesar Rp2,9 miliar pada tahun buku 2025, seiring membaiknya rasio kesehatan bank, kualitas pembiayaan, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Perkembangan tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Ballroom Aston Emary Hotel Bangka, Senin (15/6/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan pemegang saham menilai kondisi perseroan saat ini bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Hal itu tercermin dari laporan keuangan yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen serta penilaian kesehatan bank yang dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Saparudin, Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai pemegang saham pengendali menerima laporan kinerja perusahaan dengan hasil yang dinilai cukup positif, terutama dari sisi tata kelola dan penguatan fundamental usaha.
"Secara umum kondisinya semakin baik. Laporan keuangan memperoleh opini WTP dan dari hasil evaluasi regulator, kondisi bank sudah sehat," ujar Saparudin usai menghadiri RUPS kepada awak media, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, permodalan perseroan saat ini dinilai masih memadai untuk menopang operasional maupun ekspansi usaha dalam jangka pendek. Karena itu, para pemegang saham belum melihat urgensi untuk melakukan penambahan modal pada tahun ini.
Meski demikian, opsi penguatan modal tetap terbuka apabila dibutuhkan untuk mendukung pengembangan bisnis di masa mendatang.
"Kalau melihat kondisi sekarang, modal masih cukup baik untuk menjalankan usaha. Namun tentu akan terus dievaluasi sesuai kebutuhan pengembangan perusahaan," katanya.
Pemegang saham, lanjut dia, akan tetap memperketat pengawasan terhadap performa perseroan agar tren perbaikan dapat dipertahankan dan risiko penurunan kinerja seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang.
"Kami ingin momentum perbaikan ini dijaga. Tahun ini mulai menunjukkan hasil yang baik dan harapannya tahun depan bisa lebih meningkat lagi," ujarnya.
Direktur Utama PT BPRS Bangka Belitung, Chairul Ichwan mengungkapkan perusahaan berhasil mencatatkan laba sekitar Rp2,9 miliar pada tahun buku 2025 setelah melalui proses restrukturisasi dan pemulihan bisnis yang berlangsung bertahap selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, capaian tersebut ditopang oleh membaiknya kualitas pembiayaan dan peningkatan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang kini telah berada di atas batas minimum regulator.
"Dulu tantangannya cukup berat karena pembiayaan bermasalah tinggi dan rasio permodalan berada di bawah ketentuan. Sekarang kondisi sudah jauh lebih stabil, pembiayaan lebih lancar dan profitabilitas mulai terbentuk," kata Chairul.
Ia menuturkan, proses pembenahan tidak berlangsung mudah lantaran perusahaan harus menghadapi tekanan pandemi Covid-19 sejak 2020, di tengah perlambatan ekonomi dan keterbatasan fiskal pemerintah daerah sebagai pemegang saham.
Karena itu, manajemen kini lebih menitikberatkan strategi bisnis pada prinsip kehati-hatian, terutama dalam penyaluran pembiayaan. Setiap ekspansi pembiayaan dilakukan dengan pendekatan mitigasi risiko guna menjaga kualitas aset tetap terjaga.
"Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Prinsip kehati-hatian menjadi fokus utama agar persoalan lama tidak terulang, sementara penyelesaian terhadap masalah-masalah terdahulu juga terus dilakukan secara bertahap," jelasnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)