Siasat Warga Tanjung Selor Putar Otak Atur Dapur saat Harga Beras dan Cabai Naik
Cornel Dimas Satrio June 15, 2026 11:47 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Lonjakan harga sejumlah bahan pangan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) mulai dikeluhkan masyarakat.

Kondisi ekonomi yang semakin menantang ini memaksa para ibu rumah tangga untuk memutar otak dan lebih selektif saat berbelanja agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi tanpa membuat dompet jebol.

Dalam beberapa hari terakhir, harga berbagai kebutuhan harian seperti cabai, minyak goreng, bawang merah, hingga beras terpantau kompak merangkak naik.

Salah seorang ibu rumah tangga di Tanjung Selor, Julianti, mengaku kini harus menerapkan strategi khusus dalam mengatur keuangan keluarga, lantaran  kenaikan harga bahan pokok kali ini sangat terasa dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Kalau sekarang memang harus benar-benar dihitung. Dapur harus tetap mengepul, tapi harga kebutuhan banyak yang naik," keluhnya kepada TribunKaltara.com, Senin (15/6/2026).

Julianti mencontohkan, siasat menghemat terpaksa ia lakukan pada komoditas cabai rawit yang harganya kian mahal.

Akibatnya, porsi cabai yang didapat dengan nominal uang yang sama menjadi jauh lebih sedikit.

"Dulu beli cabai rawit Rp10 ribu bisa dipakai sampai tiga hari. Sekarang paling satu atau dua hari sudah habis karena jumlah yang didapat lebih sedikit," katanya.

Baca juga: Warga Tanjung Selor dan Komunitas Motor Mengeluh Biaya BBM Membengkak Buntut Harga Pertamax Naik

Selain cabai, harga minyak goreng kemasan dua liter merek Sania juga naik dari Rp48 ribu menjadi Rp50 ribu. Meski selisihnya terlihat kecil, bagi Julianti hal itu tetap berdampak besar pada pengeluaran bulanan karena hampir semua barang mengalami penyesuaian harga.

Di tengah impitan tersebut, Julianti mengaku sedikit bernapas lega karena harga ayam potong bersih di Tanjung Selor masih bertahan di angka Rp43 ribu per kilogram.

"Harga ayam potong bersih masih sekitar Rp43 ribu per kilogram. Jadi masih lumayan membantu karena belum ikut naik," ujarnya.

Dihantui Kenaikan Harga BBM

Beban pikiran warga tidak berhenti di situ. Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax turut menambah kecemasan.

Warga khawatir kenaikan harga BBM ini akan memicu efek domino yang membuat ongkos angkut barang naik, sehingga harga sembako di pasar akan semakin melambung tinggi.

"Yang dikhawatirkan kalau BBM naik, biasanya barang-barang lain ikut naik juga. Jadi kami takut harga kebutuhan sehari-hari bertambah mahal lagi," tutur Julianti.

Kekhawatiran konsumen ini sejalan dengan pengakuan para pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor. Mereka menyebut pasokan barang dari distributor memang sudah mengalami kenaikan harga modal.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada beras premium merek Sejoli yang melonjak drastis dari rata-rata Rp88 ribu menjadi Rp110 ribu.

Selain itu, harga bawang merah juga naik dari Rp50 ribu ke Rp55 ribu per kilogram, disusul komoditas kacang-kacangan yang melompat dari Rp25 ribu menjadi Rp32 ribu.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.