SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur kini memasuki masa usulan penjadwalan.
Surat resmi dari DPP Demokrat telah turun, meminta DPD Jatim segera mempersiapkan forum penting itu.
Musda merupakan forum tertinggi di tingkat provinsi yang digelar setiap lima tahun sekali.
Agenda utamanya adalah konsolidasi internal, evaluasi program kerja, sekaligus pemilihan Ketua DPD.
Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Dardak menegaskan pihaknya sedang merembuk waktu terbaik untuk pelaksanaan Musda.
“Meminta DPD Jawa Timur mulai mempersiapkan dan menyusun waktu pelaksanaan Musda,” kata Emil, Senin (15/6/2026).
Surat dari DPP menjadi titik terang pelaksanaan Musda yang sebelumnya menunggu arahan pusat. Emil menyebut peluang besar Musda digelar tahun 2026 semakin terbuka setelah adanya instruksi resmi itu.
Baca juga: Jelang Musda Demokrat Jatim, Emil Dardak : Kepengurusan Dipilih Melalui Formatur
Menjelang Musda, nama Emil masih menjadi kandidat kuat untuk kembali memimpin Demokrat Jatim.
Emil sendiri sudah menjabat Ketua DPD sejak 2022 dan kini memasuki periode akhir kepemimpinannya.
Meski begitu, Emil menegaskan tidak mau jumawa. Ia memilih menunggu arahan resmi dari DPP terkait pencalonan.
“Lebih seru kalau kita menunggu waktunya saja,” kata Emil sembari tertawa saat ditemui di Surabaya.
Emil menekankan pentingnya konsolidasi internal sebagai upaya strategis menyongsong Pemilu 2029.
Ia menegaskan tegak lurus pada DPP, sehingga seluruh keputusan terkait Musda akan mengikuti mekanisme pusat.
Saat disinggung soal kepengurusan mendatang, Emil menolak berkomentar lebih jauh.
Ia menilai formatur kepengurusan adalah lintas elemen yang melibatkan DPP, sehingga tidak elok jika dirinya mendahului keputusan itu.
Baca juga: Fraksi Demokrat Sebut Fondasi Ekonomi Jatim Masih Kuat di Tengah Krisis Global
Emil menegaskan Demokrat Jatim menargetkan peningkatan suara dan kursi pada Pemilu 2029.
Ia mengakui Pemilu 2024 lalu penuh tantangan, mulai dari dinamika politik hingga upaya pengambilalihan partai di tingkat pusat.
Meski begitu, Demokrat Jatim tetap berhasil meraih 11 kursi DPRD Jatim dan 137 kursi DPRD kabupaten/kota.
Emil menyebut capaian itu sebagai hasil kerja keras seluruh kader di berbagai lini.
“Masyarakat akan melihat betul apa kiprahnya selama masa ini, masa pengabdian,” ungkap Emil.
Ia optimistis kinerja legislator dan fungsionaris Demokrat akan meningkatkan hasil partai di Jawa Timur.
Emil menekankan figur pengurus mendatang harus loyal, seirama, dan berkomitmen meningkatkan suara partai.
Dengan konsolidasi yang solid, Demokrat Jatim diyakini mampu memperkuat posisi di Pemilu 2029.