Alasan Yasin Ayari dari Swedia Meminta Maaf Setelah Mencetak Gol ke Gawang Tunisia di Piala Dunia FIFA: Penjelasan
Aurora Nightingale June 16, 2026 12:52 AM

Gelandang Swedia, Yasin Ayari, mencetak dua gol dalam kemenangan timnya 5-1 atas Tunisia pada pertandingan Piala Dunia FIFA hari Minggu malam. Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya penampilannya, melainkan sikapnya saat merayakan gol pertama — atau lebih tepatnya, ketika ia memilih untuk tidak merayakannya.

Setelah membuka keunggulan untuk Swedia, pemain berusia 22 tahun itu mengangkat tangannya sebagai tanda permintaan maaf, bukan melakukan selebrasi biasa. Gestur tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Tunisia, negara tempat ayahnya dilahirkan.

Ayari lahir di Solna, Swedia, dari ayah berkebangsaan Tunisia bernama Azzouz Ayari. Meskipun ia telah memperkuat Swedia di level junior, ia sempat memiliki kesempatan untuk berganti kewarganegaraan dan membela Tunisia sebelum Piala Dunia 2022 dimulai. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk tetap bersama tim nasional Swedia.

Dalam wawancara dengan surat kabar Swedia, Aftonbladet, awal tahun ini, Azzouz Ayari menyatakan dukungannya terhadap keputusan sang anak.

“Tidak, saya memang ingin dia bermain untuk Swedia,” ujar Azzouz Ayari. “Dia harus merasa bahwa dia sedang memberikan sesuatu kembali kepada negara yang telah menjaganya.”

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, juga menunjukkan dukungannya terhadap keputusan Ayari sebelum pertandingan dimulai.

“Saya mengenal dia dan saudaranya,” kata Lamouchi. “Dia sudah membuat pilihan, saya sangat menghormatinya, dan dia adalah pemain yang sangat bagus. Kami mendoakan yang terbaik untuknya setelah pertandingan, tapi hanya setelah pertandingan.”

Ayari kemudian melengkapi dua golnya di menit-menit akhir laga lewat tembakan jarak jauh yang mengarah ke sudut kiri gawang. Kali ini, ia merayakannya dengan meluncur di atas lutut dan menangkupkan tangan di telinga menghadap ke arah para pendukung Swedia di belakang gawang.

Dua gol Ayari melengkapi catatan gol dari Alexander Isak, Viktor Gyökeres, dan Mattias Svanberg, yang mencetak gol hanya 16 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Kemenangan tersebut membawa Swedia ke posisi puncak Grup F setelah putaran pertama pertandingan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.