Swedia Hancurkan Tunisia 5-1 untuk Puncaki Grup F Piala Dunia, Yasin Ayari Cetak Dua Gol
Aurora Nightingale June 16, 2026 01:42 AM

Swedia membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia. Yasin Ayari mencetak dua gol, sementara Alexander Isak dan Viktor Gyökeres tampil menonjol di lini depan. Kemenangan ini membawa Swedia memuncaki Grup F setelah laga Jepang melawan Belanda berakhir imbang.

Yasin Ayari (18) dari Swedia merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Grup F Piala Dunia antara Swedia dan Tunisia di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Swedia mengalahkan Tunisia 5-1 di laga Grup F. Yasin Ayari mencetak dua gol, termasuk satu pada waktu tambahan. Alexander Isak dan Viktor Gyökeres masing-masing menyumbang satu gol dan satu assist. Tunisia mencetak gol melalui Omar Rekik namun tampil rapuh di lini pertahanan. Swedia kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen pada turnamen 2022. Tim Skandinavia ini kini memimpin Grup F berdasarkan selisih gol dan akan menghadapi Belanda dalam laga penting berikutnya.

Alexander Bernhardsson, Benjamin Nygren (10), Alexander Isak (9), dan Viktor Gyökeres (17) merayakan gol yang membawa Swedia unggul 3-1 atas Tunisia dalam pertandingan Grup F di Guadalupe, Monterrey, Meksiko, Minggu, 14 Juni 2026.

Alexander Isak (9) mencetak gol kedua Swedia melawan bek Tunisia Montassar Talbi (3) dalam pertandingan Grup F di Guadalupe, Monterrey, Meksiko, Minggu, 14 Juni 2026.

Swedia Kembali ke Piala Dunia dengan Gaya Mengesankan

Swedia menandai kembalinya ke panggung dunia dengan penuh keyakinan pada Minggu malam, menghancurkan Tunisia 5-1 di Monterrey untuk naik ke puncak Grup F di Piala Dunia FIFA 2026.

Setelah absen pada turnamen 2022, Swedia segera mengingatkan dunia mengapa mereka mampu mencapai perempat final di Rusia delapan tahun lalu. Dengan serangan yang tajam dan performa tim yang solid, Swedia menampilkan salah satu kemenangan paling meyakinkan di babak pembuka turnamen ini.

Hasil ini menempatkan Swedia di posisi teratas Grup F setelah Jepang dan Belanda bermain imbang 2-2 sebelumnya.

Malam Emosional Ayari Memicu Ledakan Swedia

Gelandang Yasin Ayari tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dalam laga ini, menjadi penutup dan pembuka kemenangan besar Swedia.

Gol pertamanya terjadi hanya tujuh menit setelah laga dimulai, lewat tendangan jarak jauh spektakuler yang membuka keunggulan Swedia.

Namun, selebrasinya memiliki makna mendalam. Ayari, yang ayahnya lahir di Tunisia, memilih mengangkat tangan dengan hormat ketimbang merayakan berlebihan melawan tanah leluhurnya sendiri.

Pemain tengah ini menutup malam bersejarahnya dengan gol kedua di masa tambahan waktu babak kedua, memastikan kemenangan telak bagi Swedia.

Isak dan Gyökeres Bentuk Duet Mematikan

Duet penyerang Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyökeres, kembali menunjukkan mengapa mereka dianggap salah satu pasangan paling berbahaya di Eropa.

Isak mencetak gol kedua Swedia pada menit ke-30 setelah Gyökeres memimpin serangan balik cepat dan mengirim umpan sempurna.

Penyerang Liverpool itu, yang baru kembali setelah absen lama karena patah kaki musim lalu, menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan rendah melewati kiper Mouhib Chamakh untuk mencatatkan gol internasionalnya yang ke-18.

Berbicara tentang duet mereka, Isak menyoroti keuntungan dari perbedaan gaya bermain keduanya yang saling melengkapi.

Kerja sama mereka kembali terlihat jelas di babak kedua. Setelah Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan sebelum jeda, Isak merebut bola dan memberikan assist kepada Gyökeres yang dengan tenang menuntaskan peluang satu lawan satu.

Gol tersebut menjadi gol ke-21 Gyökeres untuk Swedia dan yang ke-16 dalam 15 penampilan terakhirnya bersama tim nasional.

Tunisia Masih Kesulitan di Panggung Dunia

Tunisia memulai penampilan ketujuh mereka di Piala Dunia dengan harapan bisa lolos dari babak grup untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, Harimau Kartago kembali menghadapi jalan terjal.

Bek Omar Rekik sempat memberi harapan pada menit ke-43 setelah mencetak gol yang memperkecil skor dan memutus momentum Swedia.

Namun, masalah di lini belakang terus berlanjut sepanjang pertandingan, dengan kiper Mouhib Chamakh harus menghadapi malam yang sulit ketika Swedia berulang kali menembus pertahanannya.

Kekalahan besar ini membuat Tunisia berada dalam tekanan jelang laga kedua mereka di grup.

Potter Puji Kekompakan Tim

Pelatih Swedia, Graham Potter, memuji bukan hanya para penyerang andalannya, tetapi juga kerja kolektif seluruh tim yang membawa kemenangan ini.

Komentar Potter menegaskan pendekatan seimbang timnya, di mana organisasi lini tengah dan struktur pertahanan memberikan ruang bagi para pemain depan untuk tampil maksimal.

Gol telat Mattias Svanberg, yang disahkan setelah tinjauan VAR panjang, semakin menegaskan kedalaman skuad dan fleksibilitas serangan Swedia.

Perebutan Grup F Semakin Panas

Kemenangan meyakinkan ini memberi Swedia keuntungan awal di salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia.

Belanda dan Jepang masing-masing mengoleksi satu poin setelah hasil imbang dramatis, sementara Tunisia kini berada di bawah tekanan untuk segera bangkit.

Swedia kini bersiap menghadapi laga penting melawan Belanda di Houston pada Sabtu mendatang—pertandingan yang bisa menentukan penguasaan Grup F.

Sementara itu, Tunisia tetap berada di Monterrey dan akan menghadapi Jepang dalam laga yang sudah menjadi penentu nasib mereka di turnamen ini.

Jika Swedia terus mendapatkan performa luar biasa dari Ayari, Isak, dan Gyökeres, tim Skandinavia ini bisa kembali menjadi kuda hitam turnamen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.