Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Timnas Spanyol gagal memanfaatkan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia saat menghadapi debutan Piala Dunia 2026, Tanjung Verde, pada laga pembuka Grup H.
Bermain di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam waktu setempat atau Selasa dini hari WIT, La Furia Roja harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0.
Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat Spanyol yang kini menempati peringkat kedua FIFA tampil sangat dominan sepanjang pertandingan.
Baca juga: Imbang 0-0 Lawan Tanjung Verde, Fans Spanyol di Ambon Pawai Bawa Bendera Ukuran 5 Meter
Baca juga: Update! Jadwal KM Labobar 16 Juni - 2 Juli 2026: Rute Banda, Tual, Dobo
Namun rapatnya pertahanan Tanjung Verde dan penampilan gemilang kiper Vozinha membuat seluruh peluang Spanyol gagal berbuah gol.
Sejak peluit awal dibunyikan, skuad asuhan Luis de la Fuente langsung mengambil inisiatif serangan.
Pada menit ke-15, gelandang bertahan Tanjung Verde Sidny Lopes Cabral menerima kartu kuning pertama setelah melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan pergerakan pemain Spanyol.
Delapan menit kemudian, pertandingan sempat dihentikan untuk hydration break.
Hingga menit ke-23 tersebut, Spanyol sudah menguasai jalannya pertandingan dengan tiga percobaan tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang.
Peluang emas pertama hadir pada menit ke-39. Ferran Torres yang berada di depan gawang melepaskan tembakan keras yang menghantam mistar.
Bola muntah kemudian disundul Mikel Oyarzabal, namun Vozinha menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola yang hampir masuk ke gawang.
Satu menit berselang, Ferran Torres kembali memperoleh ruang tembak di dalam kotak penalti. Namun sepakan mendatarnya kembali digagalkan oleh kaki Vozinha.
Memasuki masa injury time babak pertama, Aymeric Laporte mencoba memecah kebuntuan melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok. Namun bola masih tepat mengarah ke pelukan kiper lawan.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Spanyol semakin meningkatkan intensitas serangan.
Pada menit ke-60, Tanjung Verde melakukan tiga pergantian pemain sekaligus dengan memasukkan Willy Semedo, Nuno da Costa dan Deroy Duarte.
Luis de la Fuente kemudian merespons dengan memasukkan Mikel Merino dan wonderkid Lamine Yamal pada menit ke-70.
Kehadiran Yamal yang baru pulih dari cedera hamstring diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan.
Namun hingga menit ke-80, pertahanan Tanjung Verde tetap sulit ditembus. Barisan belakang mereka beberapa kali melakukan blok krusial untuk menggagalkan peluang-peluang berbahaya dari Spanyol.
Marc Cucurella nyaris mencetak gol pada menit ke-82 lewat sundulan di tiang jauh. Namun arah bola masih mudah diamankan oleh Vozinha.
Empat menit kemudian, Rodri mencoba peruntungannya melalui tembakan jarak jauh. Akan tetapi bola melenceng jauh dari sasaran.
Tanjung Verde kembali menunjukkan soliditas pertahanannya pada menit ke-88.
Bek Pico Lopes melakukan aksi heroik dengan menjatuhkan badan demi memblok tendangan voli Mikel Oyarzabal yang mengarah ke gawang.
Memasuki tambahan waktu lima menit, Spanyol terus menekan.
Pada menit ke-90+3, Pedri menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran taktis untuk menghentikan serangan balik cepat Tanjung Verde.
Peluang terakhir hadir pada menit ke-90+5. Lamine Yamal menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan kaki kiri, namun bola masih melebar.
Tak lama kemudian, umpan sepak pojok Yamal disambut sundulan Oyarzabal di tiang dekat. Sayangnya bola kembali melenceng tipis di sisi kiri gawang.
Peluit panjang akhirnya dibunyikan wasit. Spanyol harus puas mengakhiri laga dengan skor 0-0, sementara Tanjung Verde sukses mencuri satu poin berharga pada debut mereka di Piala Dunia.
Secara statistik, Spanyol mendominasi penuh pertandingan dengan 74 persen penguasaan bola, melepaskan 27 tembakan dengan delapan tepat sasaran, serta memperoleh 11 tendangan sudut.
Sebaliknya, Tanjung Verde hanya mencatatkan enam tembakan dan satu yang mengarah ke gawang.
Sementara itu, hasil imbang tersebut tidak menyurutkan semangat para pendukung Spanyol di Kota Ambon.
Pantauan TribunAmbon.com, puluhan fans La Furia Roja tetap menggelar pawai menggunakan sepeda motor di sejumlah ruas jalan utama Kota Ambon usai pertandingan.
Meski jumlah peserta tidak sebanyak konvoi pendukung Belanda, Jerman maupun Brasil yang sebelumnya melibatkan ratusan orang, pawai fans Spanyol tetap menarik perhatian warga.
Sorotan utama tertuju pada sebuah bendera Spanyol berukuran sekitar lima meter yang dibawa peserta konvoi.
Salah satu pendukung Spanyol, Nando Hursepuny (26), mengaku datang dari jauh Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan untuk pawai.
"Kami dari Hutumuri datang ke kota untuk nobar dan pawai. Kami bawa bendera Spanyol ukuran 5 meter dari Hutumuri," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (16/6/2026).
Ia bersama rekan-rekannya nonton bareng di kawasan Galunggung sebelum melakukan konvoi.
"Meski hasil imbang kami tetap pawai untuk meramaikan euforia Piala Dunia. Kami fans sejati Spanyol. Spanyol harga mati," tegasnya.