TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dugaan motif asmara yang melatarbelakangi percobaan penculikan terhadap seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, tidak mengurangi beratnya tindak pidana yang dilakukan para pelaku.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan bahwa penculikan tetap merupakan kejahatan serius apa pun alasan yang mendasarinya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap bahwa kasus yang sempat viral di media sosial tersebut diduga dipicu persoalan pribadi atau hubungan asmara yang tidak direstui. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi telah mengamankan dua orang pelaku.
Merespons cepatnya pengungkapan kasus tersebut, Sahroni menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap para pelaku dalam waktu relatif singkat.
“Saya mengapresiasi Polda Metro Jaya yang gercep mengungkap kasus ini dan menangkap para pelakunya. Apa pun motifnya, baik urusan pribadi, asmara, utang piutang, maupun alasan lainnya, tindakan penculikan tidak bisa dibenarkan. Ini sudah kejahatan serius. Maka jangan sampai masyarakat menganggap masalah personal bisa diselesaikan dengan cara-cara kriminal seperti ini. Kalau dibiarkan, itu akan menjadi preseden yang sangat buruk,” kata Sahroni kepada Tribunnews, Senin (15/6/2026).
Menurut Sahroni, aparat penegak hukum harus selalu memberikan perhatian serius terhadap setiap kasus penculikan karena potensi risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
Dia mengingatkan kasus penculikan dapat berkembang menjadi tindak pidana lain yang lebih berat, sehingga tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa meskipun motif awalnya bersifat personal.
“Kasus penculikan sangat berbahaya karena kita tidak pernah tahu motif dan tujuan akhirnya. Bisa saja awalnya terlihat persoalan pribadi, tetapi ternyata berkaitan dengan kejahatan lain seperti perdagangan orang atau tindak pidana serius lainnya. Karena itu saya minta aparat tidak pernah menganggap remeh kasus seperti ini. Setiap laporan harus direspons cepat,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, percobaan penculikan terhadap lansia laki-laki inisial GH (70) saat sedang olahraga di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara dilatarbelakangi asmara.
Otak pelaku penculikan ialah CW (31) yang ditolak cintanya oleh mantan kekasihnya.
Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra menjelaskan CW melancarkan penculikan sebab sudah tak bisa lagi berkomunikasi dengan wanita idamannya.
Baca juga: Motif Upaya Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Pelaku Sakit Hati Diputus Anak Korban
Penolakan cinta ini bukan tanpa alasan, CW diketahui sudah memiliki istri dan anak.
Hal itu yang membuat mantan kekasihnya menolak, termasuk GH korban sasaran penculikan.
“Setelah ayah korban tahu pelaku punya istri dan anak, hubungan itu diputus, pelaku juga di-cut off dan diblokir,” ungkap Agta kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
CW yang tak terima diputus oleh mantan kekasihnya memilih cara terbilang nekat.
Ayah dari mantan kekasihnya itu ditarget untuk diculik - dimasukkan ke mobil - untuk mempertanyakan hubungan pelaku dengan anaknya.
Polisi memastikan dari keterangan pelaku tidak ada niatan untuk meminta uang tebusan bila aksi penculikan berhasil.
“Pengakuannya hanya mau komunikasi tapi begitu kan, tidak boleh menculik dan melakukan kekerasan,” ucap Agta.
Dalam penculikan CW dibantu FAP (26) yang bertugas sebagai eksekutor di lapangan.
CW mengenal FAP dari tempat pusat kebugaran berlokasi di apartemen kawasan PIK.
Sehari-harinya FAP berprofesi sebagai petugas keamanan di sana.
Kesepakatan keduanya terjadi untuk menyusun rencana penculikan.
Baca juga: Kakek 70 Tahun Coba Diculik Pakai Fortuner di PIK, Dua Pelaku Teridentifikasi
"Pelaku kedua dijanjikan mobil oleh pelaku utama," pungkasnya.
Diketahui lansia GH (70) yang sedang berolahraga di perumahan tempat tinggalnya pada 16 April 2026, tiba-tiba saja dipepet oleh kendaraan Toyota Fortuner warna putih.
Video CCTV percobaan penculikan itu viral di media sosial.
Dari dalam mobil keluar satu orang berjaket hitam dan mengenakan celana jeans memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil.
Namun korban memberikan perlawanan terhadap pelaku serta berteriak.
Takut aksi kejahatan ketahuan warga setempat, pelaku kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan akhirnya meninggalkan lokasi.