TRIBUNWOW.COM - Hasil babak 1 laga Spanyol vs Tanjung Verde, kedua tim bermain imbang 0-0.
Dilansir TribunWow.com, laga Spanyol vs Jerman merupakan match day perdana dari babak Kualifikasi Grup H Piala Dunia 2026.
Duel Spanyol vs Tanjung Verde digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atalanta, Amerika Serikat pada Senin, 15 Juni 2026, dimulai pukul 23.00 WIB.
Skuad La Furia Roja, julukan Timnas Spanyol, memiliki sederet peluang emas di sepanjang babak pertama.
Namun upaya-upaya Ferran Torres dkk tersebut masih deadlock karena solidnya pertahanan Tanjung Verde.
Baca juga: Susunan Pemain Spanyol Vs Tanjung Verde di Grup H Piala Dunia 2026: Lini Serang Ala Barcelona
Jalannya Laga
Babak 1
Spanyol dominan di lima menit awal dan terus menekan Tanjung Verde.
Namun hingga menit ke-10, Spanyol masih sulit membongkar pertahanan Tanjung Verde.
Oyarzabal melayangkan umpan crossing yang membahayakan pertahanan Tanjung Verde pada menit ke-12.
Namun aksi Oyarzabal itu berhasil dibuang oleh bek Tanjung Verde.
Peluang emas pertama milik Spanyol datang dari Pedri pada menit ke-14.
Ia melesatkan tendangan mendatar dari luar kotak penalti Tanjung Verde tetapi berhasil ditangkap Vozinha.
Pada menit ke-20, Pau Cubarsi nyaris membobol gawang Tanjung Verde setelah menerima umpan cantik dari Rodri.
Namun lesatan dari Pau Cubarsi kena block sehingga gagal membuahkan gol.
Tanjung Verde menyerang pertahanan Spanyol lewat serangan balik pada menit ke-21.
Akan tetapi upaya Tanjung Verde gagal membuahkan hasil karena pertahanan Spanyol yang solid.
Cucurella melesatkan tendangan keras dari dalam kotak penalti Tanjung Verde tapi melambung tinggi di atas mistar ketika laha memasuki menit ke-29.
Oyarzabal memiliki momentum untuk menjebol gawang Tanjung Verde pada menit ke-32.
Saat itu ia menerima umpan terobosan dari rekannya dan berhasil menusuk ke sisi kanan dalam kotak penalti Tanjung Verde.
Sayang, aksi Oyarzabal berhasil digagalkan pemain Tanjung Verde yang memberikan pressing kepadanya.
Spanyol menciptakan sederet peluang emas pada menit ke-36 yang dimulai dari pergerakan Cucurella.
Namun Cucurella berada dalam posisi offside.
Spanyol hampir menjebol gawang Tanjung Verde pada menit ke-39.
Momen bermula ketika Cucurella menerima umpan lambung dari rekannya dan diteruskan ke Ferran Torres.
Lesatan Ferran Torres tersebut membentur mistar gawang Tanjung Verde.
Vozinha kemudian melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis second ball Oyarzabal.
Ferran Torres memiliki kesempatan emas setelah menerima umpan silang dari rekannya ketika laga memasuki menit ke-45.
Ia punya ruang sangat terbuka untuk mencetak gol.
Namun lesatannya tersebut berhasil ditangkap Vozinha.
Spanyol terus menyerang hingga akhir babal pertama tapi tak ada satu pun yang membuahkan gol.
Kiper: Unai Simon
Bek: Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Curbasi, Marcos Llorente
Gelandang: Fabian Ruiz, Rodri, Pedri
Penyerang: Gavi, Oyarzabal, Ferran Torres
Kiper: Vozinha
Bek: Steven Moreira, Pico, Diney, Sidny Lopes Cabral
Gelandang: Laros Duarte, Kevin Lenini, Ryan Mendes, Jamiro Monteiro, Jovane Cabral
Penyerang: Dailon Rocha Livramento
Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini, Senin 15 Juni 2026: Jerman, Belanda, Jepang, Curacao, Spanyol Main
Satu di antara pemilik UMKM jersey di Solo bernama NS Jersey yakni Nofi Setiawan, memberikan prediksinya terkait dengan juara dan runner up grup A.
Sebelum berikan prediksinya, Nofi Setiawan menceritakan tentang kisahnya merintis usaha jersey.
Di mana, usaha jersey yang dilakukannya sudah dirintis sejak duduk dibangku SMA.
"Latar belakang usaha ini karena dulu saya sekolah jurusan Pemasaran. Kan ada ujian-ujian praktik, jadi saya memilih untuk menguji bisnis ini dulu waktu sekolah. Kebetulan juga hobi, terus langsung mulai jualan dikit-dikit setelah lulus kuliah sampai sekarang."
"Alhamdulillah sudah menjadi lumayan banyak seperti sekarang. Untuk yang dijual ini ada jersey dewasa dua versi: ada yang biasa (stadium) sama yang player issue. Terus kemudian untuk celana kolor juga ada dan jersey anak-anak juga ada. Nah, mungkin itu prakata dari saya, Mas, mengenai pendirian usahanya," jelas Nofi Setiawan kepada TribunWow.com pada Rabu (10/6/2026).
Mulai ditekuninya usaha tersebut oleh Nofi pasca musibah Covid-19 melanda Indonesia.
"Ya, kalau dirunut sudah lama, mungkin sekitaran tahun 2020 itu masih kayak cuma hobi. Senang asal dapat uang, belum terpikir untuk serius. Tapi setelah ketika ada musibah Covid-Corona itu sampai sekarang, baru kepikiran serius untuk mengurusi bidang ini jadi ditambah semakin banyak sampai saat ini," lanjutnya menceritakan perjuangan awalnya.
Terkait dengan event akbar Piala Dunia 2026 dan animo masyarakat beli jersey, Nofi mengatakan, hal itu bisa dirasakan setelah babak penyisihan grup usai.
"Nah, itu kan mungkin bisa dikatakan menunggu setelah babak penyisihan grup," ujarnya.
Untuk jersey yang paling laku dan banyak dicari menurut Nofi yakni negara Eropa, terutama Jerman dan Prancis.
Selain Jerman dan Prancis, dua negara adidaya di sepak bola asal Amerika Latin, Brasil dan Argentina pun juga banyak diminati.
"Paling laku dan paling dominan tuh sudah pasti kalau Eropa itu ada Jerman sama Prancis. Portugal tuh nomor sekian, karena kalau yang suka Portugal tuh satu faktornya yaitu Ronaldo. Terus yang lainnya tuh paling dominan Argentina dan Brasil, cuma itu. Inggris juga enggak terlalu hype sih, Inggris sama Belanda juga.
Sedangkan untuk jersey Belanda justru banyak dikirim ke Indonesia Timur.
"Kalau Belanda itu seringnya dikirim ke daerah Indonesia Timur, karena di sana kebanyakan keturunan dari Belanda, jadi sering banyak kirim ke sana kalau jersey Belanda," ungkap Nofi.
Lebih lanjut, pria asli Mojosongo, Solo itu berujar jika para pelanggannya itu banyak cari jersey karena 3 dasar.
"Iya, kadang itu dibagi menjadi tiga bagian kalau dari pengalaman saya. Yang pertama dari desain, yang kedua itu sesuai fans-nya dia (ngefans siapa: Ronaldo, Mbappe, atau Messi, itu mengikuti negaranya pasti). Terus yang ketiga, mungkin sesuai budget-nya," jelas Nofi.
Sejak berkecimpung di dunia jual beli jersey bola, menurut Nofi, dirinya terkesan ketika barang yang design lama bisa ikut terjual jika tim yang difavoritkan di Piala Dunia 2026 mampu melaju hingga jauh.
"Buat saya yang paling berkesan itu ketika masih punya stok barang, terus timnya itu bisa melaju sampai jauh. Semisal, saya masih punya Argentina nih kayak 2022 kemarin. Terus ketika dia sampai semifinal, begitu banyak yang mencari. Ya Alhamdulillah masih bisa laju, dan harganya itu juga otomatis mengikuti naik." ungkapnya.
Untuk distribusi barang yang terjauhs sejauh ini pernah dilakukan Nofi saat kirim jersey ke Papua dan Maluku.
Biasanya, pengiriman ke Papua dan Maluku dilakukan sekalian dengan jumlah banyak.
Terbanyak pernah sekali kirim mencapai 12 pcs.
Di mana, orang Maluku dan Papua cari orang yang juga beli jersey agar ongkirnya lebih ringan.
"Terus untuk distribusinya, saya punya pelanggan tuh sampai ke Papua sama ke Maluku. Ya karena yang saya kirim itu bukan ke penjual lagi (karena mereka dipakai sendiri), ya mungkin paling banyak cuma 12 pcs. Mereka kumpulin teman-temannya di sana biar ongkir ringan," bebernya.
(TribunWow.com)