Marcelo Bielsa Adalah Kunci, Uruguay Terlanjur Babak Belur Menantang Arab Saudi
Drajat Sugiri June 16, 2026 04:24 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Marcelo Bielsa akan memegang peran paling krusial pada laga perdana Uruguay melawan Arab Saudi pada laga lanjutan Piala Dunia 2026 dari Grup H.

Duel Arab Saudi vs Uruguay dijadwalkan berlangsung di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, Selasa (16/6) pukul 05.00 WIB.

Uruguay yang sekarang tidak bisa dibandingkan dengan era Diego Forlan, Luis Suarez, maupun Edinson Cavani yang pada Piala Dunia edisi 2010 finis di posisi 4 setelah langkahnya terhenti di semifinal.

Berbicara soal skuad, tanpa mengecilkan kekuatan Uruguay yang sekarang, tim besutan Marcelo Bielsa dapat dikatakan 'kureng'

Ambil contoh lini serang La Celeste, julukan Uruguay, yang hanya mengandalkan Darwin Nunez. Sialnya, secara performa eks Liverpool ini tidak begitu mentereng di Liga Arab Saudi.

Dan sektor gelandang, timnas pemilik 2 gelar juara Piala Dunia ini, 'hanya' mengandalkan Federico Valverde.

Dari sinilah peran pelatih Marcelo Bielsa (70) akan krusial bagi timnas Uruguay.

"Ngomongin Uruguay tak bisa lepas dari Marcelo Bielsa. Uruguay selalu suka dengan pelatih-pelatih senior. Dulu ada Oscar Tabarez," ucap Gigih dalam podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Bielsa ini tipikal pelatih yang lebih suka mengorbitkan pemain ketimbang memberikan kesempatan pemain yang sudah matang duluan. Untuk menduplikasi apa yang dilakukan Forlan, Suarez, dan Cavani pada 2010, berat banget."

"Tekanan itu sudah ada ketika Uruguay kalah 5-1 atas Amerika Serikat di laga uji coba. Itu tekanannya luar biasa, bahkan Marcelo Bielsa diminta mundur.Ngomongin Bielsa akan selalu ada kultus-kultus seperti itu."

"Jika berbicara apakah bisa mengulang edisi (Piala Dunia-red) 2010, mungkin enggak. Tetapi kita akan melihat Uruguay, yang secara  taktikal akan revolusioner, Guardiola saja pusing menghadapi pelatih ini," sambung Gigih.

Terbaru, pelatih asal Argentina ini dituntut ekstra berpikir menjelang laga melawan Arab Saudi. Mengingat Federico Valverde dkk. saat ini dihadapkan masalah kebugaran.

Baca juga: Jude Bellingham Punya Sesuatu yang Membuat Inggris Berbeda di Piala Dunia 2026

Masalah Marcelo Bielsa

Uruguay kehilangan sejumlah pemain akibat cedera selama masa persiapan turnamen.

Bek Barcelona, Ronald Araujo, menjadi nama terbaru dalam daftar pemain yang mengalami masalah fisik setelah menderita robekan otot saat menjalani latihan.

Araujo menyusul Jose Maria Gimenez dan Giorgian de Arrascaeta, yang sebelumnya juga harus menjalani proses pemulihan cedera.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penanganan kebugaran pemain timnas Uruguay menjelang Piala Dunia.

Meski demikian, Bielsa menegaskan bahwa tim medis Uruguay telah menjalankan seluruh prosedur yang diperlukan selama proses pemulihan para pemain.

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Bielsa menjelaskan kondisi Araujo dan proses penanganan yang dilakukan tim medis.

"Araujo datang dengan masalah otot yang tidak serius. Dia tidak memiliki masalah otot serius dalam enam bulan terakhir di Barcelona. Dia juga mengalami robekan otot," kata Bielsa, dilansir dari Reuters, Senin (15/6).

Pelatih asal Argentina itu mengakui cedera saat latihan dapat menimbulkan pertanyaan.

Namun, ia menegaskan seluruh keputusan selalu dibuat bersama pemain dan pihak yang mendampingi proses pemulihan.

"Kesimpulan saya tetap sama. Jika pemain cedera saat latihan, ada sesuatu yang salah. Tetapi Araujo bekerja dengan kelompok yang sangat dia percayai dan tidak ada keputusan yang dibuat tanpa mencapai konsensus dengan mereka dan Araujo sendiri."

Kami merasa bertanggung jawab, tetapi kami tidak bisa melakukan hal yang berbeda," jelas pelatih Timnas Uruguay itu.

Bielsa juga menjelaskan perkembangan Jose Maria Gimenez dan Giorgian de Arrascaeta. Menurutnya, kedua pemain mendapat pengawasan penuh selama masa pemulihan.

Selain membahas kondisi skuad, Bielsa memastikan Uruguay tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Arab Saudi.

Ia menegaskan timnya tetap mengandalkan penguasaan bola dan pendekatan menyerang seperti yang selama ini diterapkan.

"Robekan otot selama pemulihan dan persiapan harus diartikan sebagai kesalahan," kata Bielsa.

"Mengenai apakah kami tidak mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya, kami telah mengambil semua tindakan yang diperlukan."

"Cara kami bermain bukanlah rahasia. Kami mencoba untuk menguasai bola, kami mencoba untuk maju dan menyerang dengan banyak pemain," katanya.

"Kami mencoba untuk bermain di sisi lain lapangan dan merebut bola dengan cepat. Dan juga untuk memiliki hubungan yang baik antara penguasaan bola dan situasi berbahaya yang kami ciptakan," pungkas pelatih kelahiran Rosario.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.