Setelah menyaksikan Jerman mencetak tujuh gol ke gawang Curaçao, salah satu dari empat negara debutan di Piala Dunia versi perluasan musim panas ini, muncul kekhawatiran bagi tim debutan lainnya yang bersiap menghadapi tantangan serupa.
Setidaknya, di atas kertas tantangan itu terlihat berat. Namun Tanjung Verde membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang tanpa gol melawan juara dunia 2010 sekaligus juara Eropa saat ini, Spanyol. Hasil mengejutkan ini tidak hanya memberikan kejutan besar, tetapi juga menghadiahkan satu poin bersejarah bagi Si Hiu Biru dalam laga perdana mereka di ajang Piala Dunia.
Skor 0-0 di Stadion Mercedes-Benz akan menjadi kenangan abadi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola Tanjung Verde. Namun, bagaimana sebenarnya mereka berhasil meraih tiket ke Piala Dunia untuk pertama kalinya?
Tanjung Verde merupakan negara kepulauan yang terletak di lepas pantai barat Afrika. Tim nasional mereka berkompetisi di wilayah CAF bersama negara-negara lain di Afrika daratan dan kepulauan.
Si Hiu Biru telah berupaya lolos ke setiap Piala Dunia sejak 2002, dan akhirnya berhasil pada upaya ketujuh mereka dengan memastikan tempat di Grup H Piala Dunia 2026.
Terdapat dua jalur kualifikasi bagi tim-tim CAF. Sembilan tim lolos langsung sebagai juara grup pada babak pertama kualifikasi CAF yang terdiri dari sembilan grup berisi enam tim. Empat tim peringkat kedua terbaik kemudian menjalani babak play-off untuk memperebutkan tempat di play-off antar konfederasi, di mana Republik Demokratik Kongo akhirnya menjadi salah satu yang lolos.
Tanjung Verde lolos sebagai juara Grup D, unggul empat poin atas Kamerun setelah meraih tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan.
Kamerun menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Tanjung Verde, sementara mereka berhasil menundukkan Eswatini dan Mauritius dua kali masing-masing.
Dampak dari Dailon Livramento, yang tampil menghadapi Spanyol di Atlanta pada Piala Dunia, sangat terasa. Ia mencetak gol penentu dalam dua kemenangan penting — kemenangan tandang 2-1 atas Angola dan kemenangan kandang 1-0 melawan Singa Tak Terkalahkan (julukan Kamerun).
Pelatih Bubista adalah sosok yang sangat mewakili semangat Tanjung Verde. Mantan bek Si Hiu Biru berusia 56 tahun ini menjadi orang pertama yang membawa negaranya ke Piala Dunia setelah menumbangkan Eswatini dalam laga terakhir kualifikasi.
16 November 2023: Tanjung Verde 0-0 Angola
23 November 2023: Eswatini 0-2 Tanjung Verde
8 Juni 2024: Kamerun 4-1 Tanjung Verde
11 Juni 2024: Tanjung Verde 1-0 Libya
20 Maret 2025: Tanjung Verde 1-0 Mauritius
25 Maret 2025: Angola 1-2 Tanjung Verde
4 September 2025: Mauritius 0-2 Tanjung Verde
9 September 2025: Tanjung Verde 1-0 Kamerun
8 Oktober 2025: Libya 3-3 Tanjung Verde
13 Oktober 2025: Tanjung Verde 3-0 Eswatini
Seperti halnya Tanjung Verde dan Curaçao, Piala Dunia 2026 juga menjadi debut pertama bagi Uzbekistan dan Yordania.
Apabila salah satu dari mereka mampu tampil mendekati performa Tanjung Verde saat menghadapi Portugal dan Argentina, maka laga tersebut bisa menjadi salah satu kisah klasik Piala Dunia sebagaimana performa luar biasa anak asuh Bubista di Georgia.
Menurut Anda, di mana posisi hasil imbang 0-0 Tanjung Verde ini di antara kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia? Berikan pendapat Anda di bawah ini...