Oleh: Pastor John Lewar, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Selasa 16 Juni 2026.
Tema renungan katolik "Mengasihi Seperti Bapa Mengasihi".
Bacaan hari Selasa: 1Raj 21:17-29; Mzm 51:3-4.5-6a.11.16; Mat 5:43-48 dan BcO Ezr 4:1-5.24-5:5.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 16 Juni 2026, Mengasihi Musuh Kita
Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:
"Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.
Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."
Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel.
Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa.
Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.
Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara."
Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, istrinya.
Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.
Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban.
Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu:
"Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."
Mazmur Tanggapan:
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Bacaan Injil Katolik:
P: Inilah Injil Tuhan Kita Yesus Krisus Karangan Mat 5:43-48
U: Dimuliakan Tuhan
"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
"Mengasihi Seperti Bapa Mengasihi"
Kisah ini mengingatkan kita pada sabda Yesus dalam Injil hari ini: "Kasihilah musuhmu dan
berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Mat 5:44) Perintah Yesus dalam Injil hari ini mungkin termasuk yang paling menantang dalam seluruh Kitab Suci. Mengasihi orang yang baik kepada kita tidaklah sulit. Bahkan orang yang tidak mengenal Tuhan pun dapat melakukannya. Namun Yesus mengajak kita melangkah lebih
jauh. Ia berkata: "Jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?
Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?" Artinya, murid Kristus dipanggil untuk
memiliki kualitas kasih yang berbeda. Kasih yang tidak berhenti pada orang-orang yang
menyenangkan hati kita, tetapi juga menjangkau mereka yang mengecewakan, melukai, dan
bahkan memusuhi kita. Mengapa Yesus meminta hal yang begitu sulit? Karena itulah cara
Allah mengasihi. Bapa di surga tidak memilih kepada siapa matahari harus bersinar dan
kepada siapa hujan harus turun. Kasih-Nya melampaui batas, melampaui perhitungan, dan
melampaui balas jasa.
Sering kali yang membuat kita sulit mengasihi adalah luka yang belum sembuh. Kita merasa
bahwa mengampuni berarti melupakan kesalahan atau membiarkan ketidakadilan terjadi.
Padahal mengampuni bukan berarti menyetujui kesalahan. Mengampuni berarti menyerahkan
hak membalas kepada Tuhan dan membebaskan hati kita dari belenggu kebencian. Orang
yang menyimpan dendam sebenarnya sedang memikul beban yang berat setiap hari.
Sebaliknya, orang yang belajar mengampuni sedang membuka ruang bagi damai sejahtera
Allah untuk tinggal dalam hatinya.
Yesus menutup Injil ini dengan kalimat yang sangat indah: "Haruslah kamu sempurna, sama
seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna." Kesempurnaan yang dimaksud Yesus bukan
pertama-tama soal tidak pernah berbuat salah, melainkan kesempurnaan dalam kasih.
Semakin kita mampu mengasihi tanpa syarat, semakin kita menyerupai Bapa kita di surga.
Pertanyaan Refleksi: Adakah seseorang yang sampai hari ini masih sulit saya ampuni?
Apakah saya masih menyimpan kebencian atau dendam dalam hati? Sudahkah saya
mendoakan orang yang pernah menyakiti saya? Bagaimana saya dapat menjadi saluran kasih
Allah bagi orang yang sulit saya kasihi?
Saudara-saudari, dunia mengajarkan: "Balaslah setimpal." Tetapi Yesus mengajarkan:
"Kasihilah dan doakanlah." Dunia percaya bahwa kebencian dibalas dengan kebencian.
Namun Kristus menunjukkan bahwa hanya kasih yang mampu memutus rantai kebencian.
Sebab ketika kita mengasihi musuh, kita tidak hanya melakukan sesuatu yang baik; kita
sedang menjadi semakin serupa dengan Bapa yang mengasihi semua anak-Nya tanpa batas.
Doa Penutup
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mengajarkan kami untuk mengasihi bukan hanya mereka
yang mengasihi kami, tetapi juga mereka yang menyakiti kami. Kami mengakui, bahwa hati
kami sering sulit untuk mengampuni. Ada luka, ada sakit hati, ada kenangan yang masih
membebani batin kami. Namun hari ini kami datang kepada-Mu, memohon belas kasih-Mu.
Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami, agar kami mampu melepaskan dendam,
mengalahkan kebencian, dan membuka ruang bagi pengampunan. Ajarlah kami untuk tidak
membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan doa dan kebaikan. Tuhan, berkatilah
orang-orang yang pernah menyakiti kami. Sentuhlah hati mereka dan juga hati kami, agar
damai-Mu mengalir dalam hidup setiap orang. Jadikanlah kami saksi kasih-Mu di tengah
dunia yang sering dipenuhi perpecahan dan kebencian. Jadikanlah hidup kami cerminan kasih
Bapa yang tanpa batas.Semoga kami semakin hari semakin mampu mengasihi seperti Engkau
mengasihi kami, sampai akhirnya kami sungguh menjadi sempurna dalam kasih. Demi
Kristus, Tuhan dan Pengantara kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Selasa Pekan Biasa XI. Salam doa dan berkatku
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh
Kudus...Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).