Tangis Pilu Pengantin Wanita di Majene saat Bersimpuh di Samping Jenazah Calon Suami
Abd Rahman June 16, 2026 08:47 AM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Rumah yang semestinya dipenuhi tawa dan kebahagiaan menjelang akad nikah, mendadak berubah menjadi lautan duka.

Peristiwa mengharukan itu terjadi di Desa Tallubanua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan menjadi perhatian publik usai videonya beredar luas di media sosial, Senin (15/6/2026).

Sehari sebelum hari yang telah lama dinanti, calon mempelai pria bernama Suparman dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik pada Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Suami Bunuh Istri di Makassar Pelaku Emosi Korban Minta Cerai Lampiaskan Amarah Pakai Badik

Baca juga: Wakil Bupati Pasangkayu Herny Agus Apresiasi Persetujuan Ranperda Jaminan Kesehatan Daerah

Kepergian Suparman menyisakan luka mendalam, terutama bagi calon istrinya, Evi Sahira.

Dalam video yang beredar, Evi tampak tak mampu membendung air mata saat berada di samping jenazah pria yang sedianya akan mengucap ijab kabul bersamanya. 

Ruang tamu yang telah dihias untuk pesta pernikahan menjadi saksi percampuran suasana antara kehilangan dan ketabahan.

Tangisan keluarga pecah di tengah persiapan yang belum sempat dibongkar.

Namun di tengah duka itu, keluarga memutuskan acara pernikahan tetap dilaksanakan.

Keputusan tersebut kemudian menjadi sorotan publik karena posisi mempelai pria digantikan oleh adik kandung almarhum.

Momen usai ijab kabul yang beredar di media sosial memperlihatkan kedua mempelai duduk berdampingan. 

Namun suasana haru begitu terasa. Sang mempelai perempuan bahkan beberapa kali terlihat tak kuasa menahan kesedihan hingga sempat lemas.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sendana, Burhanuddin, membenarkan adanya informasi terkait meninggalnya calon mempelai pria.

Namun ia menegaskan proses pernikahan yang viral tersebut tidak dilaksanakan oleh KUA Sendana secara kelembagaan.

“Iya, calon mempelai pria meninggal dunia. Saya mendapat informasi dari kepala desa bahwa kemudian digantikan oleh adiknya,” ujarnya.

Burhanuddin menjelaskan, pergantian mempelai tersebut belum disertai kelengkapan administrasi sebagaimana ketentuan pencatatan pernikahan di KUA.

“Saya juga melihat informasinya dari media sosial. Acara pernikahannya tetap berlangsung, tetapi berkas mempelai pria pengganti belum dilengkapi,” katanya.

Peristiwa ini menyita perhatian warganet karena menghadirkan kisah yang tak biasa ketika hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru justru diawali dengan kehilangan yang mendalam.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.