- Diskusi tiga pejabat negara di UGM pada Senin (15/6) malam berubah menjadi ricuh.
Pasalnya diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM justru digeruduk dan dibubarkan mahasiswa.
Perlu diketahui acara itu dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Sementara Wamentan Sudaryono merasa ada yang memukulnya saat situasi menjadi keos.
Selain itu, ia menyebut ada pelemparan air yang membuat situasi tidak kondusif.
Sehingga pihak keamanan menyarankan Sudaryono, Nusron Wahid, Budiman Sudjatmiko untuk keluar.
"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," kata Sudaryono
Pihaknya membantah narasi rombongan kabur dan meninggalkan lokasi karena menghindari dialog dengan mahasiswa.
Sudaryono menegaskan bahwa mereka datang untuk berdiskusi.
Ia juga menceritakan kala mobil mereka dicegat dan diadang mahasiswa.
Alih-alih kabur, Sudaryono menyebut mereka justru duduk bersila bersama mahasiswa untuk melanjutkan dialog.
"Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," tegasnya.
Sudaryono juga menjelaskan detik-detik diskusi digeruduk mahasiswa.
Ia menjelaskan diskusi itu sudah direncanakan sejak lama dan mendapat izin dari pihak UGM.
Diskusi pun berjalan lancar hingga menit ke-40.
Sudaryono menyebut situasi menjadi keos lantaran sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan.
"Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," kata Sudaryono.